Bandarlampung, 5 Desember 2025, mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung menggelar seminar hasil penelitian di Perpustakaan Nasional RI, Arsip Nasional RI, dan Museum Bahari Jakarta. Seminar dilaksanakan di Ruang Seminar Fakultas Adab, merupakan bagian dari laporan praktikum mata kuliah (1) Sejarah Maitim Indonesia dan (2) Bahasa Sumber dengan dua dosen pengampu yaitu: Dr. Abd Rahman Hamid dan Agus Mahfudin Setiawan, M.Hum.
Ketika membuka acara, Ketua Prodi SPI mengatakan bahawa kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa menelusuri sumber-sumber sejarah maritim yang tersedia di tiga instansi tersebut. Setelah seminar ini, setiap kelompok akan mengirimkan artikelnya ke jurnal nasional.
“Dengan menerbitkan artikel di jurnal nasional, selain untuk memenuhi luaran mata kuliah, juga yang terpenting adalah untuk menambah jumlah publikasi mahasiswa sebelum menyelesaikan studi di Prodi SPI”, terang Dr. Hamid.
Semester lalu, setelah praktikum mata kuliah di Banten, mahasiswa telah menghasilkan 6 judul artikel yang terbit di jurnal nasional. Jadi, kalau semester ini bisa terbit lagi satu artikel, maka sudah ada dua artikel yang dihasilkan sampai semester lima ini”, kata Dr. Abd Rahman Hamid.
Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Bahasa Sumber, Agus Mahfudin Setiawan, M.Hum, mengapresiasi semangat tinggi mahasiswa dalam proses pengumpulan sumber sejarah di Jakarta. “Sumber tulisan ini sudah bagus, sisa ditingkatkan lagi arah dan fokus artikel masing-masing. Jadi, artikel ini perlu diperbaiki lagi agar lebih fokus pada tema kajian”, terangnya.
Seminar ini dihadiri oleh 45 mahasiswa Prodi SPI dengan menampilkan 10 topik kajian yang dibagi menjadi dua sesi diskusi. Lima topik pada sesi pertama membahas mengenai pelabuhan di Lampung (Telukbetung dan Oosthaven), Emmahaven (pelabuhan Padang), pelabuhan Sabang (Aceh), pelabuhan Surabaya, dan pelabuhan Makassar. Sesi ini dipandu oleh Amira Zahida Mumtaz.
Dua pelabuhan Lampung yang berada di Telukbetung menjadi cikal bakal lahirnya Kota Bandar Lampung. Aktivitas pelabuhan Telukbetung melahirkan Kota Telukbetung, sebagai kota lama Lampung. Sementara aktivitas Oosthaven (Panjang) melahirkan kota baru Tanjungkarang.
Selanjutnya, lima topik sesi kedua mengkaji mengenai pelabuhan di Kalimantan Timur dan Selatan, pelabuhan Ende (Nusa Tenggara), pelabuhan di Maluku (Ambon dan Ternate), pelayaran laut nasional Indonesia (PELNI), dan peranan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) dalam revolusi Indonesia. Sesi ini dipandu oleh Reisya Aulia Khabiba.
Selain menampilkan artikel hasil kajian, dalam seminar ini juga ditampilkan video dokumenter perjalanan praktikum Sejarah Maritim Indonesia dan Bahasa Sumber yang dilaksanakan di Jakarta pada 4 – 6 November 2025.
Belajar sejarah tidak cukup dengan membaca buku-buku sejarah saja, tetapi juga perlu praktik lapangan untuk menelusuri sumber-sumber sejarah dan menuliskannya menjadi narasi sejarah berupa artikel untuk dipublikasikan ke jurnal nasional, kata Ketua Prodi SPI Dr. Abd Rahman Hamid menutup seminar ini.