Jumat, 10 Januari 2025

HAJRUL MALIK || Sosok Politisi Berjiwa Pembelajar

Pada Medio tahun 2000-an, seorang lelaki kelahiran Tinambung 31 Desember 1973 mengawali karirnya sebagai Guru PTT di SD 1 Mamuju. Sedikit pun tak tergurat kekecewaan atas profesinya itu. Ia bahkan mampu menyiasati kehidupannya dengan nyambi mengajar Bahasa Arab di MTs dan MA Mamuju. Bahkan dengan rela menghabiskan waktunya ikut menjadi dosen di STIP TPB Mamuju yang kemudian dinobatkan sebagai Ketua Stisipol TPB Mamuju. Aktifitas itu ia lakoni dengan sangat ikhlas dan tentunya bahagia. 

Sebagai seorang yang telah mendapatkan banyak ilmu di IAIN Alauddin Makassar (1998) dan Ma’had Al-Birr, Universitas Muhammadiyah (1998), ia tentu tak ingin menyia-nyiakan waktunya untuk tidak mengamalkan ilmu tersebut pada sesama. Niatan mengamalkan ilmunya itulah yang membuatnya tetap semangat. Ia terus menularkannya pada semua yang bisa bermanfaat pada tanah kelahirannya, Mandar. Sosok itu tak lain adalah H. Hajrul Malik, S.Ag., M. Pd. 
Siapa sangka, dari segala bentuk perjuangannya mengedukasi warga Mamuju (baca: Sulbar) mengantarkannya pada posisi sebagai Anggota DPRD periode 2004-2009 dan periode 2009-2014.

Secara logika, bagaimana mungkin anak Tinambung mampu menjadi tokoh berpengaruh di Mamuju, Ibu Kota Propinsi Sulbar?. Sangat mungkin pemantiknya adalah keikhlasannya mengamalkan ilmu dan terlibat langsung dalam proses Perjuangan Pembentukan Propinsi Sulawesi Barat periode 1998-2004. 

Hal yang perlu dicatat bahwa peran seorang Hajrul Malik dalam membidani kelahiran Propinsi Sulawesi Barat tak boleh dinafikan. Ia adalah salah satu eksponen Laskar I Pasu Tau Taji Barani dibawah Komando Naharuddin yang juga merupakan Sekjen KAPP Sulbar. Hajrul tak hanya aktif secara politik melahirkan Sulbar, tapi juga aktif membangun generasi Sulbar melalui ruang-ruang pendidikan yang ia ampuh sejak tahun 2000an.
 
Perhatian pada pendidikan memang sangat lekat pada sosok ini. Terbukti saat menjadi Anggota DPRD Mamuju, ia tak terlena dengan sejumlah fasilitas sebagai wakil rakyat. Sebagai seorang yang memiliki ilmu agama yang cukup, ia sadar betul bahwa jabatan itu bukan tujuan, tapi alat saja. Ia sadar bahwa tak mungkin kesempatan it terus-terus bisa ia nikmati. Itulah makanya dalam posisi tersebut, selain ikut Taplai Lemhanas (2008 dan 2009), ia juga mulai mempersiapkan dirinya ikut Pasca Sarjana UNM, meski semuanya baru bisa ia tuntaskan pada tahun 2020. 
Termasuk menjadi Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Alauddin Makassar Fakultas Ekonomi Syariah yang saat masih proses penyelesaian. 

Hajrul sejatinya bukan politisi, tapi sebagai pendidik. Hanya saja karena diuntungkan dengan momentum dan tak ingin menyia-nyiakan peluang yang ada sehingga status sebagai politisi dan pendidik yang tak melupakan jati dirinya. Hajrul bukan sosok yang kaget sebagai pejabat. Prinsip hidup sederhana adalah spirit yang ditanamkan orang tuanya sejak awal.

Prinsip itulah yang terus difaktualkan oleh Hajrul dalam setiap ruang dan dimensi hidup yang terenda untuknya. 
Maka menjadi pendidik, mengabdi pada masyarakat lewat wadah Fasilitator Kelurahan Program CBD (Community Base Development (2001), Anggota PAHAM Region Sulawesi (2001), Aktif LBH Bantaya Palu Sulteng (2001-2005), Ketua Bidang Pelayanan Masyarakat IKAL Lemhanas Sulbar, Pembinan Blue Helmet Indonesia, Sulawesi Barat, Ikatan Mahasiswa DDI, Pengurus As’adiyah Sulawesi Barat (2015-sekarang), dan Ketua PKBI (Persatuan Keluarga Berencana Indonesia) Mamuju menjadi hal yang ia nikmati prosesnya. 

Menjadi politisi dan Anggota DPRD Kabupaten Mamuju (2004-2014), Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Mamuju (2015-sekarang, Ketua Yayasan Arrahman Patiddi (2018-sekarang, Pimpinan Pondok Raudhatul Thalibin Tohri, Mamuju, Komisaris PT. Manakarra Unggul Lestari, Mamuju adalah jalan berkah yang tak lain adalah ganjaran dari keikhlasannya dalam berbagai bentuk pengabdiannya.  
Dua pendidikan dan dunia politik di tangan Hajrul bukanlah bara yang bisa membakar tangannya. Tapi menjadi ruang untuk terus berdialektika. 

Dalam kapasitas Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Mamuju dan Wakil Koordinator Satgas Pemulihan Bancana Mamuju (2021), serta Ketua Arrahman Patiddi, Pembina Allo Bi’ar Institut Sulbar justru semakin ia nikmati sebab ia lebih leluasa hidup berdinamika.Pun ketika didapuk menjadi Ketua DPD PKS Kabupaten Mamuju (2003-2005), Bendahara DPW PKS Sulawesi Barat (2005-2009), Sekum DPW PKS Sulawesi Barat (2014-2018), Ketua GARBI Gerakan Arah Baru Indonesia) Sulawesi Barat (2018-2020) hingga dipercaya menjadi Ketua DPW Partai Gelora Sulawesi Barat sejak 2020 sampai sekarang ia nikmati dengan niatan yang tentu untuk meningkatkan kapasitas dirinya dan memperluas tali silaturrahmi antara kelompok masyarakat bahkan antar umat beragama di Sulawesi Barat. 

Pilkada 2024 kemarin, ia dipercaya oleh Sitti Sutinah merumuskan dan mematangkan strategi pemenangan menuju periode kedua dari putrid SDK itu. Bahkan, Hajrul sekaligus menjadi juru bicara pasangan SDK-JSM dalam kontetasi Pilkada Serentak di Sulawesi Barat. Kemenangan SUTINAH-YUKI dan SDK-JSM adalah kemenangan bersama yang harus memposisikan Hajrul Malik sebagai pemantik. Terlebih sebagai Ketua DPW Partai Gelora yang ikut mengusung pasangan SDK-JSM mutlak lebih mengukuhkan appresiasi dan terima kasih kita terhadap Hajrul.

MUHAMAD YUSRI || Sang Petarung Dari Utara

MUHAMMAD YUSRI adalah Ketua DPD Nasdem Kabupaten Pasangkayu tahun 2021 sampai sekarang. Sebelumnya ia pernah menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Mamuju Utara periode 2012-2017. Keluar dari Demokrat dan menjadi Ketua DPC Perindo Tahun 2017-2020. Pada Pilgub 2024 kemarin, ia menjadi salah satu dari koalisi partai untuk pemenangan pasangan SDK-JSM. Keberadaannya tak bisa dinafikan bahwa tanpa ikut campur Yusri, kemenangan SDK di Pasangkayu tak akan seperti ini. Terlebih, sejak awal Kabupaten Pasangkayu adalah lumbung suara PDIP jika bercerpin pada prestasi Agus Ambo Djiwa disana. 

Yusri lahir di sebuah kampung di Kecamatan Budong-Budong bernama Kire, 13 November 1978. Pendidikan dasarnya juga ia tempuh di kampung tersebut yakni di SDN Kire (1990). Setamat SD, ia melanjutkan sekolahnya di SMP Negri 1 Budong-Budong (1993). 

Selesai ditingkat SMP, Yusri malang melintang di beberapa wilayah di Indonesia. Pendidikan menengah atas ia raih di SMA Negeri 2 Mandonga Kendari (1996), tapi kemudian hijrah ke Makassar untuk mengambil S1-nya di Tehnik Sipil UMI Makassar (2004) dan terbang ke Jakarta untuk menempuh pendidikan pasca sarjana S2 Administrasi Pemerintahan Daerah STIAMI Jakarta dan selesai pada tahun 2011.

Suami dari Amalia, S.Kep dan ayah 4 orang anak ini tak mengherankan jika bertumbuh sebagai aktifis, organisatoris sampai politisi literat sebab sejak awal ia banyak menempah dirinya dalam berbagai kegiatan diklat atau kursus dari mulai kegiatan Latihan Kepemimpinan Dasar Remaja Masjid Nurul Yaqin Kire Angkatan 1 Tahun 1993. Ia juga memiliki pengalaman menulis dari keikutsertaaanya dalam Pelatihan Metodologi Penelitian dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah yang dihelat oleh Hipermaju di Makassar (1996) dan Pusat Pendidikan Komputer UMI Makassar (1997).

Saat menjadi mahasiswa di UMI Makassar, ia bergabung dalam organisasi pergerakan di HMI. Jiwa pembelajar Yusri memang dari awal terus bertumbuh sehingga ia banyak mengikuti pelatihan antara lain ikut Basic Training HMI Angkatan XLV FT UMI Makassar (1997); Latihan Manajemen Kelembagaan Mahasiswa FT-UMI Angkatan III tahun 1997, Simposium Nasional Pemuda Indonesia tentang Revolusi Konflik oleh DPP KNPI Bekerjasama dengan Pemprop Sulawesi Tengah di Palu tahun 1997, Termasuk berkesempatan mengikuti Simposium Nasional Pengembangan Produk Unggulan di Makassar tahun 1999; Diklat Jurnalistik Dasar Angkatan VIII Koran Mahasiswa Cakrawala UMI Makassar Tahun 1999. 

Ia juga ikut memperdalam ilmu dan pengalaman dalam dunia pergerakan dengan mengikuti UP-Grading HMI Komisariat Tehnik UMI di Makassar tahun 2000; Intermediate di Benteng Ritterdam Makassar tahun 2000; Keaktifannya di organisasi di HMI membuat ia meraih kesempatan menghadiri acara bergengsi setingkat Temu Ilmiah Mahasiswa Tehnik Indonesia (TIMTI) di Pontianak tahun 2000. Saat di Sulbar, ia juga pernah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pemuda oleh Dinas Pemuda dan Olahrga Sulbar tahun 2007; Pelatihan Pendidikan Sisiologi Politik di Clarion Makassar tahun 2007. 

Aktif dan hidup dalam organisasi dan pergerakan sesungguhnya tidak instan muncul saat menjadi mahasiswa, melainkan sejak sekolah di SMP banyak aktif sebagai Pengurus OSIS SMPN 1 Budong-Budong 1991-1992. Pada saat sekolah di SMA, ia juga jadi Pengurus OSIS SMA Negeri 2 Mandong 1994-1995. Tak heran jika kemudian setelah mahasiswa, ia banyak diberi kepercayaan mulai dari menjadi Presidium HMI Komisariat Tehnik UMI tahun 1998-1999 sampai Presidium HMI Korkom UMI tahun 1999-2000. Tak hanya itu, ia juga dipilih menjadi Ketua Litbang LTMI HMI Cabang Makassar tahun 2000-2002.

Sederet tugas dan tanggung jawab Yusri mampu ia tunaikan dengan baik sehingga nyaris ia selalu menjadi sosok yang dipercaya menjadi Presidium HMI Cabang Makassar 2001-2002, Presidium Senat Mahasiswa Fakultas Tehnik UMI (SEMA FT-UMI tahun 1999-2000, Ketua Keorganisasian dan Kemahasiswaan Majelis Perwakilan Mahasiswa FT-UMI tahun 2000-2002, Korwil Sulsel Perhimpunan Mahasiswa Tehnik Indonesia (PMTI) tahun 2000-2002. 

Sebagai sosok yang pernah mengikuti Diklat Jurnalistik, tak heran jika ia dilibatkan menjadi Pengurus Unit Penulisan dan Penerbitan Mahasiswa (UPPM) Koran Mahasiswa Cakrawala Ide UMI tahun 1999-2001. Dalam skala lokal Polemaju (Sulbar sekarang), ia juga didaulat sebagai Ketua I Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Mamuju (HIPERMAJU) Pusat Makassar tahun 2002-2005, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan MPC Pemuda Pancasila Mamuju Utara 2007-2010, Ketua Harian Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Mamuju Utara 2006-2011, Sekretaris DPD KNPI Mamuju Utara (2007-2010, Wakil Ketua DPD KNPI Sulawesi Barat 2010-2013, Ketua DPD KNPI Mamuju Utara tahun 2011-2014 dan IKA UMI Mamuju Utara 2005-sekarang. KAHMI Propinsi Sulawesi Barat tahun 2012 – sekarang, GM. FK PPI Mamuju Utara tahun 2003- sekarang,  Ketua Dewan Penasehat KAHMI Pasangkayu tahun 2023-2028, Dewan Penasehat Keluarga Besar Masyarakat Mandar Assamalewuang Pasangkayu tahun 2024-2029. 

Tak hanya dalam dunia organisasi pergerakan, Yusri juga merawat martabat sebagai aktifis yang tak melulu mengandalkan proposal untuk menopang berbagai kegiatannya. Ia sadar menjadi aktifis harus ditopang oleh kemampuan financial. Itulah makanya ia mencari pekerjaan dan Pengawas Proyek Pembangunan Regional Daya Makassar tahun 2002, Dan begitu ia kembali ke Sulbar, ia berkecimpung sebagai penyelenggara pemilu dengan menjadi Anggota KPU Matra periode 2003-2008. Periode keduanya di KPU Matra, ia didapuk sebagai Ketua KPU Matra Periode 2008-2012. 

Hengkang dari KPU, Ia diberi kepercayaan oleh Partai Demokrat Sulbar sebagai Ketua DPC Demokrat Kabupaten Mamuju Utara periode 2012-2017 yang kala itu dinakhodai oleh H. Aras Tammauni. Saat Aras Tammauni menjadi Bupati Mamuju Tengah ia dipercaya menjadi Tenaga Ahli Bupati Kabupaten Mamuju Tengah tahun 2016-2019, 
Ketika Perindo menjadi salah satu partai peserta Pemilu 22019, ia hengkang dari dari partai Demokrat dan menangkap peluang sebagai Ketua DPC Perindo Tahun 2017-2020. Tak tanggung-tanggung, partai besutan Hari Tanoe itu mengantarnya ke Parlemen Sulbar. Ia lolos menjadi Anggota DPRD Propinsi Sulbar periode 2019-2024, dari Dapil Sulbar VII Pasangkayu. Ia salah satu peraih kursi bersama dengan Rayu (PDIP); Ir. H. Abidin (Demokrat); Dr. H. Marigun Rasyid (Golkar); Muhammad Rizal Saal (Hanura); Andi Muhammad Qusyairi (Nasdem).

Menjadi Anggota DPRD Sulbar hanya setahun lebih, sebab pada Pilkada Serentak 2020, ia memilih menjadi Calon Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu tahun 2020. Pasca Pilkada, Ia meninggalkan Partai Perindo dan bergabung ke Partai Nasdem sebagai Ketua DPD Kabupaten Pasangkayu pada tahun 2021-sekarang. Pilkada 2024 kemarin mencatatkan namanya sebagai salah satu dari pemantik kemenangan di wilayah paling ujung Sulbar ini.