Selasa, 14 Januari 2025

ARWIN || Sang Jawara Dari Bumi Lantang Kada Nene'

Dari Bumi Lantang Kada Nene’, sosok pemuda sontak jadi buah bibir di kalangan politisi dan rakyat Mamasa. Pemuda kelahiran, Ralleanak, 3 Mei 1997 menjadi peraih suara terbanyak bukan saja di dapilnya tapi seluruh wilayah Kabupaten Mamasa. Sosok ini kemudian kembali dipercaya menjadi Ketua Timk Koalisi Sulbar Maju di Mamasa dan berhasil memenangkan pasangan SDK-JSM di Kabupaten Mamasa. 

Ia adalah Arwin Rahman Tona, SH. Putra dari Abdul Rahman Tona, SE (Kepala Desa Ralleanak (2010-2016, 2017-2023, 2023-2029) dan Andi Mustika Nur, S.Pd. (Kepala SDN 004 Ralleanak). Arwin beruntung memiliki peluang politik yang cemerlang di bumi Kondosapata Uwai Sapaleleang. Kini diperiodenya yang kedua, ia didapuk menjadi Wakil Ketua 1 DPRD Mamasa. Sebelumnya ia juga lolos menjadi Anggota DPRD Mamasa dan ditunjuk sebagai Ketua Komisi 1 DPRD Mamasa (2019-2024), Badan Anggaran DPRD Mamasa, dan Badan Musyawarah DPRD Mamasa, Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Mamasa. 

Suami dari Andi Aswiwin Syahril, S.K.M. ini mengawali pendidikannya di SDN 004 Ralleanak, kemudian lajut ke SMPN 2 Ralleanak. Selepas dari SMP Ralleanak, ia didaftarkan sebagai santri di PPM Al-Ikhlash Lampoko Campalagian. Ia menjadi santri selama 3 tahun dan harus mondok. Dari sinilah Arwin diinstal dengan pemahaman keagamaan yang kental. Tak berhenti disitu, setelah khatam di ponpes besutan HM. Zikir Sewai itu, Arwin melanjutkan studinya di Unsulbar. Ia tercatat sebagai mashasiswa S1 Jurusan Ilmu Hukum Unsulbar. Tak hanya di Unsulbar, sejak tahun 2022 lalu, ia juga pemilik kartu mahasiswa Jurusan Tehnik Sipil di Universitas Tomakaka Kampus VI Mamasa. 

Capaian Arwin saat ini sesungguhnya adalah ganjaran dari berbagai aktifitas yang memantaskan dirinya sebagai pengayom, betapa tidak sejak menjadi mahasiswa, ia banyak dipercaya teman-teman di kapmpusnya untuk menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kabupaten Mamasa (HMKM) Mejene Periode 2015-2017 dan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene 2016-2017. 

Hal yang luar biasa sesungguhnya karena diluar kampungnya saja diercaya sebagai pemimpin, apalagi di kampungnya sendiri. 
Itulah makanya, ayah Pengeran Putra Ragunalolo ini didorong oleh masyarakat Mambi untuk terjun ke dunia politik. Bapaknya yang tak lain seorang kepala desa tentu sangat mendukung putranya maju sebagai Caleg DPRD Mamasa pada Pemilu 2019 lalu. Ternyata kehudupan Arwin berubah drastis setelah berstatus sebagai wakil rakyat. Ia semakin berbenah dan meng-upgrad dirinya sebagai pemimpin dan pelayan masyarakat. 

Itulah yang dilakukan Arwin selama lima tahun terakhir. 
Pengaruhnya kian terasa ketika terpilih menjadi Anggota DPRD Mamasa. Sejumlah organisasi mendaulatnya terlibat, sebagian menunjuknya sebagai pemimpin. 
Organisasi itu antara lain Koordinator Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD-KAHMI) Mamasa periode 2022-2025, Ketua Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Mamasa 2020 sampai sekarang, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) BPC Mamasa Periode 2022-2025, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Mamasa Periode 2023-2028.   
      
Di Partainya juga begitu. Ia diberi kesempatan menjadi Wakil Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu DPW Nasdem 2024, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Nasdem Kabupaten Mamasa, Direktur Komisi Saksi Nasional (KSN) DPD Partai Nasdem Mamasa, Ketua Relawan Amin Kabupaten Mamasa (Pilpres 2024). Bahkan pada Pilkada Gubernur 2024, ia diberi kepercayaan sebagai Ketua Koalisi Sulbar Maju di Mamasa. Hasilnya adalah 48% mampu ia raup suara untuk Pasangan SDK-JSM. 
Kendati perolehan Pilkada Gubernur 2017 SDK-Kalma memperoleh suara 58,2% tapi rasa menangnya lebih kental yang 2024.  
 
Kematangan secara politis, kematangan berfikir kian berkembang seiring dengan kematangan finansial dengan menjadi Presdir CV. Bintang PUS, dan mendirikan badan usaha CV. Manalolo Putra dan Pendiri PT. Banua Media Utama. Komoditas Kopi menjadi andalan karena Mamasa sejak zaman Belanda menjadi sentra penanaman kopi arabika dan robusta.   

***

Kamis, 20 Februari 2024, menjadi hari bersejarah bagi Arwin, pasalnya karena pada Pleno Penghitungan suara hasil Pemilu 2024 yang dihelat pada 14 Februari 2024 unggul mendapatkan suara sebanyak 4. 248 yang memecah rekor perolehan suara terbanyak Se-Kabupaten Mamasa. Pada tanggal 22 Oktober 2024 ia akhirnya dilantik sebagai Wakil Ketua 1 DPRD Mamasa Peride 2024-2029 di Ruang Paripurna DPRD Mamasa Jl. Poros Mamasa Polewali Desa Osango Kecamatan Mamasa. 

Perlu diketahui, Kabupaten Mamasa dibagi ke dalam tiga dapil yakni Dapil Mamasa 1 terdiri dari 5 kecamatan) kuota kursi 10. Dapil Mamasa 2 lima kecamatan 6 kursi, dan Mamasa 3 terdapat 7 kecamatan 9 kursi. Arwin tercatat sebagai Caleg DPRD Kabupaten Mamasa di dapil Mamasa 3. 

 

ISTANBUL TURKIYE || Jejak Imam Lapeo terekam disini.


Kota yang indah dari hasil kemajuan peradaban era Utsmani. Kota ini banyak lahir ulama besar dan dikunjungi oleh para alim ulama seluruh dunia termasuk dari ulama dari Mandar ada yang mengharuskan kesana untuk menyambung sanad keilmuannya. 

Salah satu ulama itu adalah KH. Muhammad Tahir Imam Lapeo. Di Kota ini beliau melakukan rihlah untuk menautkan salah satu sanad keilmuannya di Istanbul Turki. 

Kota ini begitu berkesan bagi Imam Lapeo, sehingga model masjid Nuruttaubah pada zamannya menggunakan model yang sama, yakni menara. Menurut sumber, awalnya masjid lapeo adalah sebuah langgar yang bangunannya mirip joglo, sebagaimana masjid pada umumnya. 

Setelah Imam Lapeo menetap di Mandar, langgar itu dibangun dalam bentuk masjid berarsitektur masjid di Kota Istanbul. Proses pembangunannya sampai punya menara memakan waktu hampir 40 tahun. Menara baru bisa terbangun  saat Jepang masuk ke Mandar 1943-1945. Menara itu kemudian berdiri atas bantuan tentara Jepang. 

Mengenai dimana Imam Lapeo tinggal di Istanbul dan siapa nama guru yang ia cari sampai ke Istanbul masih dalam penjejakan. Yang pasti Istanbul menjadi kota kenangan bagi Imam Lapeo, bahkan salah satu gelarannya yang sangat lekat dengan Istanbul adalah panggilan anak cucunya: KANNE' AMBOL . 

Saking seringnya ia bercerita dan menjadikan gurunya di Istambul sehingga ia dijuluki Kanne Ambol. 

Ada tanggapan ? 
Diskusi dibuka untuk semua
@semua orang