Jumat, 14 Februari 2025

BOOKDILALING || Jagat Baca & Menggambar

BOOKDILALING merupakan nama pergerakan Bendi Pustaka Paqissangan yg dikelola oleh Uwake Culture Foundation sebagai suatu pelayanan menghidupkan dan mengelola perkembangan literasi di Indonesia terkhusus di Sulawesi Barat. Nama BookDilaling merupakan perpaduan bhs english dan Mandar yg berarti buku² yg dilaling kesuatu tempat dibukanya jagat baca. 

Bendi Pustaka juga merupakan bagian pergerakan dari Pustaka Bergerak Indonesia yg dilahirkan oleh Alm.Ahmad Nirwan Arsuka yg waktu itu stay bermukim di Jakarta. Dalam setahun, kini BookDilaling bergerak 3 kali kebebrapa desa yg telah masuk jadwal sasaran. 
Selain membuka jagat baca, Bendi Pustaka juga memberikan kegiatan menggambar, baca puisi, dan sastra lainnya, serta musik tradisional Mandar dan kerajina. Kreatif lainnya.

Kini pada bulan februari dengan mengawali putaran geraknya tahun 2025, akan bertandang kembali ke desa Salarri, Kec. Limboro, Polman.

Rabu, 12 Februari 2025

ADA APA DI MALAM NISFU SYA’BAN?

Oleh: Wajidi Sayadi 

Hari ini tanggal 12 Pebruari malam ke-14 Sya’ban. Kamis malam adalah malam ke 15 Sya’ban atau malam Nisfu Sya’ban. 
Bulan Sya’ban memiliki banyak keistimewaan, secara khusus keistimewaan juga terdapat di malam nisfu Sya’ban.
Adap apa di Malam Nisfu Sya’ban? 

Pertama, Malam Nisfu Sya’ban Malam penuh berkah

Dalam al-Qur’an, Allah berfirman: 

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ - فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ
Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatulqadar).681) Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan. 4.  Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (QS. ad-Dukhan, 44: 2-3). 

Kalimat “لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ” (malam yang diberkahi) atau malam penuh berkah dalam ayat ini, terdapat dua penafsiran. Sebagian berpendapat, bahwa malam yang diberkahi maksudnya adalah malam Nisfu Sya’ban. Mayoritas ulama berpendapat bahwa malam yang diberkahi tersebut adalah malam Lailatul Qadr, karena turunnya ayat al-Qur’an yang dimaksud adalah turunnya al-Qur’an pertama kalinya. 
Malam yang diberkahi, artinya malam yang di dalamnya banyak kebaikan muncul, terjadi, mengalir dan menghiasi hati, jiwa, pikiran serta perilaku. 

Imam al-Baihaqi menulis kitab Fadhail al-Auqat (Keistimewaan Waktu-waktu tertentu). Satu dari 15 waktu yang istimewa tersebut adalah malam Nisfu Sya’ban. Demikian juga as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Makki al-Hasani menulis kitab Madza fi Sya’ban? (Ada Apa di Bulan Sya’ban?). 
Banyak hadis yang dikutip dalam kedua kitab tersebut mengenai keistimewaan malam Nisfu Sya’ban, walau dalam pandangan ulama hadis ada yang menilainya daif, ada juga yang menilainya sahih, paling rendah hadis hasan. 

Ada beberapa hadis yang dikemukakan dalam kedua kitab tersebut, di antaranya yang bersumber dari Muadz bin Jabal, Nabi SAW. bersabda: 
يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى جَمِيْعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ.
Allah memperlihatkan (Rahmat-Nya) kepada seluruh makhluk-Nya pada malam nisfu (pertengahan) Sya’ban, lalu Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya kecuali yang menyekutukan Allah dan yang bermusuhan terhadap sesame saudaranya. (HR. Thabarani, Ibnu Hibban, Baihaqi). 

Ibnu Majah juga ada meriyawatkan hadis seperti ini bersumber dari Abu Musa al-Asy’ari. 
Pada malam Nisfu Sya’ban, Allah menamapakkan atau memperlihatkan (Rahmat-Nya) special pada malam itu merupakan keberkahan yang sangat tinggi. Kedekatan dan kebersamaan Allah dengan hamba-Nya melalui rasa di hati, jiwa dan pikiran tenang dan lapang pada malam Nisfu Sya’ban itulah keberkahan yang luar biasa. 

Kedua, Malam Nisfu Sya’ban Malam Pengampunan

Sebagaimana disebutkan dalam hadis tersebut di atas, bahwa malam Nisfu Sya’ban, Allah mengampuni seluruh hamba-Nya kecuali yang musyrik dan yang masih suka bermusuhan. Dalam Riwayat lainnya disebutkan termasuk yang tidak diampuni adalah mereka yang suka memutus hubungan silaturrahim dengan keluarga, yang masih durhaka kepada kedua orang tuanya, para peminum khamar, dan para pendemdam, suka iri hati, dan pembunuh. 

Pada malam Nisfu Sya’ban adalah momentum yang sangat strategis dan tepat untuk meraih pengampunan Allah dengan cara meprbanyak istigfar dan tobat dari segala macam dosa dan kesalahan, termasuk meminta maaf dan memberi maaf terhadap sesama saudara. Itulah disebut malam pengampunan.  
Imam Baihaqi meriwayatkan hadis dengan sanad daif bersumber dari Usman bin Abi al-‘Ash, Nabi SAW. bersabda: 
Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban ada yang memanggil menyeru: “Apakah ada yang memohon ampun? Maka Aku akan mengampuninya. Apakah ada yang meminta sesuatu? Maka Aku akan memberinya. Tidak ada seorang pun yang meminta sesuatu, melainkan Aku akan memberinya, kecuali pezina dan orang musyrik. (HR. Baihaqi). 

Dalam riwayat yang bersumber dari al-‘Ala’ bin al-Harits, bahwa suatu malam Nabi SAW. sujud sangat lama, hingga Aisyah mengira Beliau wafat dalam posisi sedang sujud. Akhirnya Aisyah mendekati dan menggerak-gerakkan jari-jari tangannya. Ternyata bergerak mendakan bahwa Beliau masih hidup. Aisyah Kembali. Ketika usai shalatnya, kata Rasulullah SAW., wahai Aisyah, tahukah malam apa malam ini? Jawabnya, hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Beliau menjelaskan, mala mini adalah malam Nisfu Sya’ban. Allah akan mengampuni setiap orang yang minta ampun, merahmati orang yang minta rahmat. (HR. Baihaqi). Hadis ini adalah mursal, tapi sanadnya bagus. 

As-Sayyid Muhammad bin Alawi mengutip Tafsir at-Taqiyy as-Subkiy, yang mengatakan: “pada malam jumat dosa dalam satu pekan akan diampuni. Pada malam Nisfu Sya’ban, akan diampuni dosa setahun. Pada malam Lailatul Qadr, akan diampuni dosa seumur hidup. 

Ketiga, Malam Nisfu Sya’ban Malam Pengabulan doa

Sebagaimana disebutkan dalam hadis tersebut di atas, bahwa siapa yang meminta sesuatu pada malam nisfu Sya’ban, maka aku akan mengabulkan permohonannya. Pada malam Nisfu Sya’ban adalah momentum spesial cepat terkabulnya permohonan doa. 
As-Sayyid Muhammad bin Alawi mengutip Riwayat dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, ia mengatakan: “Ada 5 malam doa di dalamnya tidak akan tertolak, yaitu: malam jumat, malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam lailatul Qadr, dan malam idul fitri serta malam idul adha.

Keempat, Malam Nisfu Sya’ban malam pembagian dan penentuan rezeki dan takdir

Sebagian ulama yang memahami malam Nisfu Sya’ban sebagai malam mubarakah, penuh berkah dalam QS. ad-Dukhan: 3 tersebut di atas, maka ayat berikutnya
فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ
Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. 

Pada malam Nisfu Sya’ban dijelaskan, ditentukan dan dikocok ulang segala urusan yang penuh hikmah yang dimaksud adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan makhluk, seperti hidup, mati, rezeki, nasib baik, dan nasib buruk. 
Hal ini juga dijelaskan dalam beberapa riwayat hadis, antara lain bersumber dari Atha’ bin Yasar, ia mengatakan: “Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, daftar nama yang akan meninggal hingga bulan Sya’ban tahun berikutnya diserahkan kepada malakikat maut. Ada seseorang yang berbuat zhalim, dosa, ada yang menikah, ada yang menanam pohon, Sesungguhnya nama-nama orang yang masih hidup hingga wafatnya sudah ditentukan diserahkan. Tidak ada malam yang lebih mulia setelah malam Lailatul Qadr, kecuali malam Nisfu Sya’ban. 
Wallahu A’lam bi ash-Shawab. 

Semoga momentum malam Nisfu Sya’ban dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak pundi-pundi kebaikan, istigfar dan tobat, doa dan dzikir, shalawat, ngaji, shalat sunat, dan lainnya. 

Pontianak, 12 Pebruari 2025/malam 14 Sya’ban 1446 H.

Selasa, 11 Februari 2025

CINTA DI PELABUHAN MAJENE


Kisah ini mungkin tidak setragis cinta Jack dan Ros yang akhirnya terkubur bersama tenggelamnya Titanic. Mungkin juga tidak sepedih kisah Zainuddin dan Hayati yang berakhir dengan Tenggelamnya Kapal Van Der Wick. Tetapi pertunjukan kasih Bojes dan Lia di Pelabuhan Majene tetap saja seperti dongeng cinta yang selama ini telah mewarnai kisah kasih manusia. Menggemaskan, mengharukan dan melampaui tatanan tertib. 

Bojes, lelaki yang berniat merantau demi mengais rezeki di negeri seberang harus membatalkan niatnya. Di Pelabuhan Majene keinginan merantau itu tertahan. Niat luhur  merantau untuk cari rezeki,  demi keluarga dan uang panai untuk sementara ditangguhkan.  Bojes tak rela membuat hati Lia nelangsa, tak ingin dia membuat lara berdenting di sanubari tambatan hati.
  
Lia tak sanggup melepasnya pergi. Akalnya bisa menerima, bahwa keberangkatan Bojes ke negeri rantau adalah untuk masa depan mereka juga.  

Namun, wahai kawan, cinta tidak bisa ditata oleh akal. Mulanya mungkin Lia bisa menerima, maka dengan berbesar hati ia mengantar pujaan jiwa ke pelabuhan .  Tetapi begitu terompet kapal berbunyi, ia sadar  sang belahan jiwa  segera akan berpisah dengannya, hatinya tak bisa berkompromi. Ego cintanya meletup, hasrat memilikinya terguncang. Tidak perlu menjelaskannya degan teori Freud dan Lacan, tapi siapa pun orang yang hatinya pernah tertambat benang kasih, terjatuh dalam danau asmara, pasti paham perasaan Lia. Ia memaksa untuk ikut. 

Walaupun dalam banyak kisah cinta, laki-laki yang terperangkap asmara sering tak peduli dan bertimbang  panjang, Bojes berbeda. Ia sadar sepenuhnya Lia belum jadi istrinya. Membawa Lia  turut serta tidak hanya melanggar agama, tetapi adat-istiadat ia akan terabas dan keluarga akan tercoreng arang hitam. "Biarlah mati gaya, tapi jangan mati adat." Maka Bojes tak melakukan itu. Ia dengan sabar meminta Lia untuk pulang. Tapi mana bisa cinta dinasehati. Jika ia tengah meledak, bahasa apapun tak akan mempan. Bujuk rayu hingga tebasan pisau tak akan dihiraukan. Bojes yang sama merasakan kasih itu paham. Ia tak emosi dengan sikap pacarnya. Di bawah tatapan beratus ratus pasang mata, di tengah tepukan riuh dan sorakan, ia tak merasa malu.  Tak keluar suara kasar karena kesal. Tak banyak lelaki yang bisa berdiri dengan sabar dan tenang dalam situasi demikian. Mungkin cintanya dan cinta Lia menjadi selubung yang membentengi mereka dari rasa malu dan amarah.

Di detik terakhir Bojes lebih memilih tidak berangkat. Memang pada akhirnya tak ada lagu ala Tommy J Pisa: " .....Di Pelabuhan 'Majene' (Belawan)  kulepas dirimu kasih, kuharap engkau kembali untukku lagi."  Tetapi Bojes dan Lia telah mengukir kisah cinta mereka sendiri. Sepasang sejoli itu  memahatkannya di Pelabuhan Cinta. Kelak cerita itu mungkin akan menjadi kenangan, setidaknya bagi mereka berdua. Semoga kalian dipersatukan dalam cinta yang abadi.

Ditulis dalam kesendirian, di sudut Pancoran, ketika rindu datang mencengkeram.

#Syamsurijal Ad'han 

Minggu, 09 Februari 2025

BULAN SYA’BAN MASA PERALIHAN ARAH KIBLAT SHALAT

Oleh: Wajidi Sayadi

Sya’ban adalah bulan yang mempunyai banyak kemuliaan dan keistimewaan tertentu, sebagaimana bulan-bulan lainnya. Ada beberapa peristiwa penting yang terjadi di bulan Sya’ban sebagai tanda kemuliaan dan keistimewaannya, antara lain: 
Pada Nisfu Sya’ban, pertengahan bulan Sya’ban turun ayat al-Qur’an perintah peralihan arah kiblat dalam shalat dari Baitul Maqdis ke arah Ka’bah Baitullah di Masjid al-Haram di Mekah. 
Rasulullah SAW. selama tinggal menetap di Mekah shalatnya menghadap ke Ka’bah Baitullah di Masjid al-Haram. 

Ketika hijrah dan tiba di Madinah, Rasulullah SAW. shalatnya menghadap ke arah Baitul Maqdis di Palestina kiblatnya orang-orang Yahudi. 

Selama lebih setahun, yakni 16 atau 17 bulan, Rasulullah SAW. shalat menghadap ke arah Baitul Maqdis, turun ayat al-Qur’an yang memerintahkan agar shalatnya menghadap ke Ka’bah Baitullah di Masjid al-Haram.

Allah Ta’ala memerintahkan: 
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَه ۗ 
Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. (QS. al-Baqarah: 144). 

Peristiwa asbab an-nuzul ayat ini dijelaskan dalam hadis riwayat imam Bukhari, Tirmidzi, dan Ahmad bersumber dari al-Barra’ bin ‘Azib. Dengan turunnya ayat, 
فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
Hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam
pada bulan Sya’ban, maka disebut Sya’ban adalah bulan Peralihan arah kiblat shalat dari Baitil Maqdis di Palestina ke arah Ka’bah di Masjid al-Haram di Mekah. 

Kata Syekh Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Makki al-Hasani bahwa waktu kejadian turunnya ayat perintah peralihan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke arah Ka’bah di Masjid al-Haram ini pada Selasa, Nishfu Sya’ban, pertengahan bulan Sya’ban. 

Dalam riwayat imam Ahmad bin Hambal bahwa turunnya perintah peralihan arah kiblat ketika Rasulullah SAW. beserta para sahabat sedang melaksanakan shalat ashar. Penjelasan para ulama bahwa dua rakaat dilaksanakan menghadap ke arah Baitul Maqdis, pada rakaat ketiga turun ayat perintah memalingkan arah kiblat. Pada rakaat ketiga dan keempat Rasulullah SAW. menghadap ke arah Ka’bah Baitullah di Masjid al-Haram di Mekah. 

Tempat yang ditempati Rasulullah SAW. shalat berjamaah pada masa itu, telah diabadikan hingga saat ini namanya Masjid Qiblatain. Masjid dua arah kiblat. Dalam ruangan Masjid itu terlihat mihrab tempat imam di bagian belakang ke arah Baitul Maqdis dan Mihrab bagian depannya kea rah Ka’bah Baitullah di Masjid al-Haram sama bentuknya. Masjid Qiblatain ini letaknya sekitar 7 km di sebelah timur laut Masjid Nabawi di Madinah. 
 
Peristiwa turunnya perintah peralihan arah kiblat shalat yang terjadi di bulan Sya’ban menjadi suatu keistimewaan tertentu, karena sejak itulah tonggak perubahan peradaban Islam. Dimana Ka’bah di Masjid al-Haram menjadi identitas tauhid, teologis, sentral energi spiritual, moral, sosial, dan energi-energi lainnya yang mengikat penyatuan hati umat Islam sedunia, khususnya ketika sedang shalat, thawaf ibadah haji dan umrah. 

Kaitannya Sya’ban sebagai bulan pintu gerbang Ramadhan mengingatkan kita agar senantiasa memperbanyak shalat menghadap ke Ka’bah Baitullah, memperbanyak sujud, memperbanyak shalat sunat sekaligus sebagai latihan dan persiapan menyambut bulan suci Ramadhan yang di dalamnya banyak shalat sunat. Khususnya shalat Tarawih dan witir. 

Semoga Bermanfaat.

Pontianak, 11 Sya’ban 1446 H/10 Pebruari 2025 M.

Selasa, 04 Februari 2025

KRONOLOGI PENCURIAN ATAS KORBAN KEBAKARAN DI BONNE-BONNE


Melaporkan komandan
Pada hari Selasa tanggal 04 Februari 2025  kel. manding, Personil gabungan  Sat. Reskrim  Telah melakukan Penangkapan Terhadap Terduga Pelaku pencurian an. HARIS. L Alias HARIS Bin LAHALI dan an. NURHAENI Alias ENI Binti (Alm) JAMALIDDIN.

Kronologis kejadian :
Pada Hari Senin Tanggal 03 Februari 2025 Sekitar Pukul 12.30 Wita Di Dusun Mapilli Desa Bonne Bonne Kec. Mapilli Kab. Polman, Telah Terjadi Pencurian yang Di Alami Oleh  Sdri. Halima yang Awalnya Rumah Sdri.  Halima Mengalami Musibah Kebakaran Kemudian Sdri. Halima Berusaha Menyelamatkan dan Mengangkat Barang-Barang Berharganya Keluar Dari Dalam Rumah, Kemudian Barang-Barang Berharga Halima Dikumpul Dalam Kantong Plastik Berwarna Ungu,Kemudian Ada Seorang Laki - Laki yang Mengambil dan Mengangkat Barang Keluar Dari Rumah Tersebut yang Identitasnya Tidak Dikenal, Adapun Isi Kantong Plastik Tersebut Yakni Uang  Tunai Sebanyak Rp.10.000.000, (Sepuluh Juta Rupiah) BPKB mobil, BPKB motor, dan emas 20 gram.
Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebanyak Rp. 25.000.000

*Identitas Terduga Pelaku* :
Nama : HARIS. L Alias HARIS Bin (alm) LAHALI
Umur : 56 tahun
Pekerjaan : Pensiunan TNI
Alamat : Jl. anoa kel. madatte kec. polewali Kab. Polman

Nama : NURHAENI Alias ENI Binti (alm) JAMALIDDIN 
Umur : 49 tahun
Pekerjaan : Mengurus rumah tangga
Alamat : Manding kel. madatte kec. polewali kab. polman


*Identitas Saksi / pelapor*
Nama : HALIMA 
Umur :  35 tahun
Pekerjaan : Pelajar/mahasiswa
Alamat : Dusun mapilli desa bonne-bonne kec. mapilli kab. polman

Kronologis Penangkapan Terduga Pelaku :
Awalnya Pada Hari Selasa Tanggal 04 Februari 2025 Sekitar Pukul 01.00  wita, Personil gabungan  Sat. Reskrim Unit V Opsnal dan Unit IV Sat Intelkam Polres Polman Mendapat Informasi Tentang Keberadaan Terduga Pelaku an. HARIS. L dan NURHAENI Berada Di Rumahnya Di BTN Yosi Lingk. Binanga Liu Kel. Manding Kec. Polewali Kab. Polman Dan  Terduga Pelaku Berhasil Diamankan, Setelah Itu Kedua Terduga Pelaku Pencurian Langsung Diamankan dan Dibawa Ke Mako Polres Polewali Mandar  Tanpa Adanya Perlawanan. 

*Adapun hasil Interogasi terhadap terduga pelaku :*

- Pengakuan HARIS. L Alias HARIS Bin (alm) LAHALI bahwa awalnya ingin ke mesjid lapeo untuk ziarah kubur lalu pada saat di perjalanan melihat ada kobaran api, dan pelaku singgah bersama istrinya untuk membantu mengeluarkan barang berharga korban, setelah barang berharga tersebut di keluarkan, lalu pelaku mengambil barang berharga tersebut dan memanggil istrinya untuk pergi meninggalkan tempat kejadian kebakaran tersebut, setelah pelaku menguasai barang berharga tersebut, pelaku membawa barang berharga tersebut ke rumahnya dan sempat membongkar brangkas emas dengan menggunakan obeng, lalu barang yang di ambil di lokasi kebakaran tersebut di simpan di dalam lemari dan brangkas yang sudah di bongkar di simpan di pinggir kursi ruang tamu rumah pelaku.

- Pengakuan istri pelaku yakni sdr.NURHAENI Alias ENI Binti (alm) JAMALIDDIN ingin ziarah kubur di mesjid lapeo lalu melihat ada kobaran api lalu pelaku singgah dan membantu korban kebakaran untuk mengeluarkan barang berharga, setelah barang berharga tersebut di keluarkan, lalu suaminya memanggil untuk pergi dan melanjutkan untuk ziarah kubur di mesjid lapeo, namun istrinya sempat melihat ada kantongan yang di bawah suaminya.

*Barang bukti yg diamankan* :
- Uang tunai sebesar Rp 10.100.000 (Sepuluh Juta Seratus Ribu Rupiah)
- 3 (tiga) buah kalung emas
- 5 (lima) buah Cincin emas
- 4 (empat) Pasang Anting atau Giwang Emas
- 1 buah Tas merek oumo warna abu abu
- 1 Buah Brangkas emas warna biru dalam keadaan rusak 
-1 Buah obeng
- 1 buah kartu Ubs logam mulia 2g
- Kartu KTP An.halimah atm mandiri, bri,member alfamidi,kartu member sophie
- 1 slop road race
- 1 slop djati bold
- 2 slop feloz
- 1 laptop toshiba dynabook lengkap tas dan cas
- 1 buah tas jinjing merk up grade
- 1 buah tas selempang merk siemens
- 1 buah dompet merk baellerry
- 1 buah tas slempang merk jin yuan Li
- 1 buah bpkb mobil an.SAPRI,SKM
- 1 buah bpkb motor an.fatmawati,H
- 1 buah sertifikat Hj.st hawa malik,se
- 1 unit sepeda motor merk spin biru plat DC 4653 PC
- 2 buah helm yang di gunakan pelaku

*MODUS OPERANDI :*
Bahwa pelaku hanya berpura-pura membantu korban untuk mengeluarkan barang barang yang berharga dari dalam rumah pada saat korban mengalami musibah kebakaran.

*MOTIF :*
Bahwa pelaku membawa atau mengambil barang berharga untuk memenuhi keperluan pribadi.

Saat Ini Terduga Pelaku An.Haris. L Dan An.Nurhaeni Telah Diamankan dan Dibawa Ke Polres Polman Guna Menjalani Proses Hukum dan Penyidikan Lebih Lanjut.

MUSTARI MULA || Setia di Jalan Literasi

MUSTARI MULA, adalah sosok yang kerap mensupport gerakan literasi yang penulis lakoni secara populis sejak 2015. Saat itu, Mustari masih aktif sebagai ASN di Kabupaten Polman. Sampai ia menjabat sebagai Kadis Kominfo Propinsi Sulawesi Barat, perhatiannya terhadap gerakan ini masih tetap ia pertahankan. 

Penulis kerap membangun komunikasi secara intensif hingga pada pekan terakhir Januari 2025, penulis akhirnya bertemu di kantornya di bilangan kantor kantor dinas Kompleks Gubernuran Sulawesi Barat, Rangas Mamuju. 

Sekitar 1 jam penulis menyita waktunya untuk sekedar memberikan gambaran akan gerakan literasi yang kini menginjak 1 dasawarsa. Penulis juga sempat menyerahkan buku Maemunah dan Warisan Passokkorang kepada beliau. 

Praktis, ia juga memanggil stafnya untuk menyiapkan paket buku donasi yang diperuntukkan ke Pusakaku (dulu Rumpita) yang penulis kelola dan berjalan selama 10 tahun terakhir. Diantara buku yang ia serahkan adalah buku berjudul 365 Hari di Tanah Mandar. Buku catatan Adi Arwan Alimin terkait jejak Prof. Zudan selama bertugas di Sulbar sebagai PJ. Gubernur. 

Meski Mustari bukan satu-satunya pejabat yang menjadi donatur bagi Pusakaku, tapi menjadi yang paling konsisten merawat silaturrahminya terhadap para penggiat literasi, termasuk pada komunitas seni di Sulawesi Barat. Mustari menjadi donatur pertama bagi Pusakaku di tahun 2025. 

Penulis berharap, sosok pejabat seperti Kak Mustari (sapaan akrab penulis terhadap sosok ini) ini tetap menjadi prioritas untuk mengisi jabatan jabatan penting di daerah ini. Susah mendapati pejabat yang bisa menempatkan dirinya secara profesional dalam profesinya sebagai abdi negara. Keberpihakannya terhadap komunitas penggiat tentu tak diragukan, sehingga kebijakan pemerintah akan lebih mudah ditransformasikan ke tingkat bawah. 

Andai penulis bisa mengusulkan kepada Gubernur baru Sulawesi Barat, maka Mustari Mula adalah salah satu sosok yang mesti dipertahankan dalam mengawal visi misi pembangunan SULBAR MAJU. 

Andai semua harapan adalah do'a, kuharap ini adalah doa. 
Sehat selalu Kanda....!  

M. YUSUF NAIM || Donatur Buku Bagi Komunitas Pusakaku



Muhammad Yusuf Naim, birokrasi kelahiran Campalagian ini tiba tiba menghubungi penulis untuk menyerahkan sekitar 200an buku sebagai donasi ke Komunitas Pusakaku. Ia sengaja memberikan buku buku koleksinya tersebut sebagai upaya memajukan literasi di Mandar. 

Buku buku tersebut umumnya bertema sejarah dan budaya, sesuai bidang pekerjaannya di Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulselbar. Terakhir ia menjabat sebagai Kepala BPNB Sulbar yang berkantor di Ondongan Majene sampai pensiun 2024 lalu. 

Donasi dari Pak Yusuf ini tentu menjadi aset berharga bagi Pusakaku, sebab dokumen dan buku buku arsip tersebut menjadi hal yang susah didapatkan kecuali dari ibtenak balai sendiri. Dan tentu akan memudahkan para peneliti dan penulis untuk mengakses informasi yabg terkandung dalam buku buku yang disumbangkan oleh Yusuf Naim ini. 

Donasi buku dari Pak Yusuf ini merupakan donasi buku yang kedua setelah sebeluknya, Kadis Komnfo Sulbar, Mustari Mula juga menyerahkan sejumlah buku kepada penulis saat menyambangi kantornya di bilangan Kantor Gubernuran . Diantara buku penting yang diserahkan oleh Pak Mustari adalah buku 365 Hari di Tanah Mandar, kenangan Prof. Zudan saat menjadi PJ. Gubernur Sulbar. Buku tersebut adalah garapan Adi Arwan Alimin. 


Keberadaan Mustari Mula dan Yusuf Naim tentu menjadikan Pusakaku sebagai komunitas Literasi yang cukup beruntung di jagad Mandar. Mengingat saat ini, sangat susah menemukan tokoh dan pejabat yang memiliki perhatian dan komitmen memajukan gerakan literasi di wilayah eks afdeling Mandar ini. 

Oleh karenanya, penulis ingin menggugah sejumlah tokoh dan pejabat untuk mengambil bagian dalam gerakan literasi di Sulawesi Barat. Ini penting sebab salah satu yang cenderung membuat indeks literasi kita cenderung menurun adalah kurangnya akses buku buku di berbagai perpustakan. 

Harapan penulis sebagai pendiri Pusakaku adalah bertambahnya tokoh atau pejabat yang menjadi donatur buku bagi keberlangsungan gerakan literasi ini di Sulawesi Barat. 

Tak hanya tokoh dan pejabat, masyarakat umum pun yang memiliki buku buku bekas dan masih layak baca kami tunggu konstribusinya di Perpustakaan Rakyat yang kami kelola di Dusun Kontar Desa Botto. 

Hubungi kami Via WA: 0815 2498 4566 (Muhammad Munir)