Selasa, 31 Desember 2024

ON PROSES || Menuju Pelantikan SDK-JSM


Buku ini menyuguhkan jalan panjang dua suhu yang menyatu dalam satu kubu. Membangun kekuatan baru dan menata diri dalam bingkai Visi Koalisi Sulbar Maju. Di buku ini, dinamika perjuangan mereka diulas sedemikian runut disertai dengan sejumlah kekuatan yang melingkupinya. Termasuk tokoh yang dianggap sebagai pemantik kemenangan disajikan secara naratif. 

Buku ini adalah upaya "Mengabadikan Kemenangan" dengan sejumlah peluang dan tantangan yang ikut menyertai kemenangannya. Ini bukan buku yang lahir untuk sekedar memuji, tapi sekaligus menguji kedua tokoh (baca: SDK-JSM) yang punya prinsip " Komitmen Adalah Ukuran Iman". 

Buku ini tentu belum bisa berbicara fakta kemampuan mereka membuktikan pernyataan itu. Tapi setidaknya buku ini memantik lahirnya pertanyaan akan seperti apa Sulbar ketika berada dalam kendali keduanya. Akankah Sulbar Maju atau Mati Suri? 

Hal penting dari buku ini adalah lahirnya tradisi literasi yang harus mampu mengawal setiap progres of idea dari setiap pemimpin. Itu makanya, dibuku ini juga menaikkan sejumlah tulisan berisi apresiasi, harapan dan mungkin juga kritik atas keduanya. Tujuannya tentu diharapkan agar dalam membuat kebijakan benar-benar memihak pada semua obyek yang pro rakyat dan memiliki sense kerakyatan. 

Pada akhirnya, jika semua pemimpin kita ajari dan lawan dengan kekuatan tulisan,  maka mereka akan berhati-hati dengan lisan mereka. Cukuplah kita melisan-tuliskan mereka, agar kelak dia faham posisi mereka dimana: Apakah bagian dari sejarah atau hanya bongkahan masa lalu.

Kamis, 19 Desember 2024

HASIL RESTORASI FOTO


Mungkin Anda punya foto tua, kabur dan rusak. Percayakan ke kami. 


DUNIA SEMAKIN SEMPIT DAN SUMPET"

Oleh: Mukhtar


        Dalam sejarah peradaban umat manusia, sudah sangat basi di telinga kita dengan apa yang disebut dengan era modern. Era modern adalah era di mana orang menjalani kehidupan dengan serba mekanik. Di sisi lain, gejala modernisme muncul pula watak-watak yang sudah sekian lama menggerogoti cara pandang hidup manusia yang juga sudah sangat "renta" di ingatan kita, yaitu idiologi materialisme, kapitalisme, dan liberalisme 

       Para ahli, sejarawan, maupun dan filosof, ramai-ramai mengeluarkan " fatwa dan kritik" bahwa modernisme telah gagal tunaikan janji-janjinya untuk membahagiakan umat manusia, tetapi malah justru manusia telah berada di tepian kehancuran.
 
         Berkaca pada era yang dianggap telah mencabut akar  fitrah manusia sebagai makhluk spritual, maka manusia butuh pergantungan spritual yang tidak mudah rapuh. Era modern dianggap bukanlah lagi era yang relevan dengan fitrah manusia itu. 

       Setelah era modernisme, diharapkan muncul era yang    mampu membangunkan manusia dari kesadaran fitrahnya sebagai makhluk yang punya naluri untuk mencari Tuhan sebuah era sesudah era modernisme  yaitu era " post modernisme". Era ini oleh para ahli  menganggap sebagai antitesis dari era modernisme yang diharapkan mampu mengantarkan manusia untuk  mengembalikan Tuhan yang pernah terabaikan dalam sejarah. Era ini oleh para pengamat bisa membawa pamor agama, namunTernyata era inipun tidak bisa membawa perubahan apa-apa dalam tatanan sosial kehidupan manusia. Era ini tidak beranjak dari tempatnya untuk menghibur manusia yang semakin terlena dalam " kemerosotan spritual"
 
        Bahkan,   Post modernisme kaitannya dengan agama seakan menjadi agama baru yang mengigkari kebenaran universal dan tidak mengakui kebenaran absolut. Modernisme mengingkari agama karena rasionalitasnya sementara post modernisme mengingkari agama karena irrasaionalitas.

         Pada beberapa tahun yang silam waktu masih menjadi mahasiswa strata satu, diskusi tentang diskursus post modernisme menjadi diskusi yang ramai dan banyak mengundang perspektif. Bahkan ada pandangan lain versi bacaannya, bahwa sebenarnya kita sudah berada di era post modernisme.

         Sebuah pertanyaan kerdi  yang bisa diajukan, di manakah sebetulnya era post modern itu dilalui?, apa betul kita sudah lewati era modern? Atau kita masih berada dalam " cengkraman dan permainan" era modern? 

        Apakah era digitalisasi, dan ada lagi yang paling mutakhir dengan diistilahkan dengan  "kecerdasan buatan " atau AI Kalau tidak salah singkatan dari artificial intelegence, dan lain-lain apalah namanya, bukan semua ini bagian dari gejala modernitas. Kalau ini dianggap sebagai  bagian dari gejala modernitas, maka berarti kita masih berada dalam bayang- bayang modernitas. Di mana era post modernisme itu berkembang dalam sejarah yang katanya muncul sesudah era modern. Memang tidak mudah untuk memberi batasan antara kedua era ini.

        Terlepas dari diskursus apakah kita masih berada di era modernitas atau era post modern, yang jelas kita hidup di era sekarang dampaknya sangat luar biasa  dalam kehidupan umat manusia.

      Dunia terasa semakin kecil, sempit dan, sumpet. Dunia seakan dijadikan seperti bola kaca oleh "keangkuhan era teknologi". Pikiran dan tenaga manusia nyaris sudah tidak berfungsi. Hidup serba pragmatis. Demikian pula Berita-berita yang ada di luar sana hari itu  juga, menit itu juga orang semua sudah bisa mengkonsumsinya dengan sikap dan perspektif masing-masing.

      Hampir semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang tua, memegang benda kecil yang sangat cerdik yang dapat  menangkap berita setiap hari. Di dalam benda cerdik itu terprogram WhatsApp, Facebook, Instagram, tik tok dan lain-lain yang siap menangkap setiap kabar yang datang dari luar, baik berita buruk maupun berita baik.

       Nyaris tidak ada waktu yang terlewatkan untuk " memangsa " setiap informasi yang mengalir di benda kecil itu. Fungsinya yang begitu luas membuat dunia terasa sempit dan kecil. 

       Namun juga disayangkan bagi pengguna yang tidak bijak memfungsikan ke jalan yang benar, akan berakhir dengan malapetaka. Mengkomsumsi berita tanpa dengan hati-hati dari mana sumbernya yang shahih akan menyebabkan dampak buruk bagi penggunanya.   Dan  lebih parah lagi jika benda kecil itu dijadikan alat untuk menyebarluaskan berita yang tidak benar, bahkan dipakai untuk menyebarkan aib orang lain. 

     Fenomena tersebut beberapa abad yang lalu  Bahasa agama memberi pelajaran yang sarat dengan pelajaran dalam menyikapi perkembangan teknologi terutama teknologi imformasi _" ya ayyuhallazdima amanu injaakum fasiqum binabain fatabayyanu antusibu qauman bijahala"_( Hai orang-orang yang beriman, apabila ada orang fasiq yang membawa berita kepadamu, Maka telitilah dengan baik karena banyak kelompok yang menjadi korban karena ketidak tahuannya) dalam surah yang sama Allah juga menegaskan: _"Walatajassasu wala yagtabba'dhukum ba'dha"_(jangan engkau mencari-cari kesalahan orang lain, dan jangan engkau mengghibah antara satu dengan yang lain. Dalam hadis perlu juga menjadi renungan" _" Ajibtu limanyasyghilu bi 'ujubinnas pahua ghafilun an ' uyubi nafsihi"_( Saya heran ...bagi orang yang sibuk mencari aib orang lain sementara lupa dengan aibnya sendiri).

         Pesan-pesan ke-Tuhanan dan kenabian, menjadi larangan yang cukup tegas untuk bersikap hati - hati dengan penuh pertimbangan dalam menangkap dan menyebarkan imformasi.
       
      Informasi yang paling "lezat" untuk dikomsumsi biasanya berasal dari publik pigur, pejabat publik. Apalagi tokoh agama. Biasanya berita buruk dari publik pigur dan tokoh agama lebih heboh beritanya dibanding berita tentang kebaikannya
       Namun juga disayangkan bagi pengguna yang tidak bijak memfungsikan ke jalan yang benar, akan berakhir dengan malapetaka. Mengkomsumsi berita tanpa dengan hati-hati dari mana sumbernya yang shahih akan menyebabkan dampak buruk bagi penggunanya.   Dan  lebih parah lagi jika benda kecil itu dijadikan alat untuk menyebarluaskan berita yang tidak benar, bahkan dipakai untuk menyebarkan aib orang  lain.

       Seakan sejarah menunjukkan ketidak adilannya, kesalahan yang mungkin tidak terlalu besar dari  publik pigur dan tokoh agama, akan menjadi berita besar di media sosial. Seakan menghapus kebaikan- kebaikan yang telah pernah dia lakukan.  " Setitik nila akan mengotori susu sebelenga" demikian kata pepatah.

_Wallahu 'Alamu Bishshawab_

Polewali, 17 Desember 2024

Senin, 16 Desember 2024

ORANG-ORANG WARAS YANG GILA


Oleh: Mukhtar

         Seorang filosof yang amat kritis  asal Indonesia, sering menggunakan terminologi " akal sehat" dalam mengelaborasi berbagai diskursus kebangsaan. Diskusinya tentang kebangsaan seringkali dibalut dengan  kacamata filsafat. Argumen-argumennya dibumbui dengan diksi yang sangat retorik. 

        Fikiran-fikirannya yang tajam terkait dengan persoalan kebangsaan, politik dan sosial,  digandrungi oleh kelompok akademik yang _notabene_ nya dianggap sebagai makhluk rasional yang bersarang di alam pemikiran kampus. 

         Mungkin tidak terlalu salah jika dia dianggap  satu-satunya filosof asal Indonesia yang sering mendeklarasikan tentang " akal sehat ". Sangking semangatnya membangun akal sehat sampai-sampai dijuluki sebagai " presiden akal sehat"

         Tesisnya tentang "akal sehat" bisa ditebak dilatari dengan situasi kemanusiaan di kalangan  tertentu yang sudah kehilangan akal sehat, bahkan melecehkan akal sehat. Penggunaan rasionalitas di berbagai segmen, akal sehat sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. 

        Akal yang sudah terkontaminasi dengan watak materialis, hedonis, akan mengaburkan mata hati untuk melihat kebenaran. Akal sehat yang awalnya diciptakan secara natural untuk berfikir yang benar dan baik, bisa jadi akan berbalik seratus derajat jika tidak sering diberi nutrisi berupa pentingnya kesadaran moralitas.

        Mengapa banyak berseliweran di tempat yang dihuni oleh orang-orang yang waras bahkan memiliki tingkat kewarasan melebihi tingkat kewarasan orang-orang awam, justru terjerembab dalam perilaku " kegilaan" karena terputusnya  syaraf cahaya kebenaran  dari potensi ke-Tuhanan. 
 
        Keanehan-keanehan yang diadegankan oleh orang  waras tertentu, justru mengindikasikan bahwa perilaku itu adalah perilakunya orang yang tidak waras. Transformasi-transformasi wujud manusia betul-betul akan mengalami degradasi dan dekandensi sampai pada tingkat yang mengerikan jika akal sehat tidak dijaga baik-baik.

        Fenomena transformasi wujud manusia akan tampil dalam berbagai bentuk wajah.  Kewarasan akan berubah menjadi kegilaan, intelektualitas berubah menjadi kedunguan,  keadaban merubah menjadi sindikat, rendah hati akan menjadi keangkuhan, qona'ah akan berubah
Menjadi ketamakan, kejujuran akan berubah menjadi kemunafikan, kesalehan akan berubah menjadi kedurhakaan, kesyukuran akan merubah menjadi kekufuran. Kasih sayang akan berubah jadi kebengisan dan lain-lain.

         Lantas mengapa akal sehat tidak selamanya bercokol di kepala manusia. Manusia adalah  makhluk paradoksal yang telah dianugerahi potensi yang selalu menciptakan dialektika dalam dirinya yaitu pertarungan sengit antara malaikat dan iblis. Dalam bahasa agama _" Wahadai nahunnajdain"_( saya berikan anda dua jalan) demikian  kata Tuhan yang memberikan alternatif kepada manusia untuk memilih dua jalan apa jalan kanan atau ke kiri. Mau menjadi manusia waras atau mau menjadi manusia gila.

        Dalam redaksi yang sebangun: _" Faal hamaha fujura watawwaha"_( Allah memberi potensi untuk berbuat fujur dan takwa). Potensi untuk  mewaraskan akal dan potensi untuk menjadi gila juga adalah pilihan bebas manusia. Apakah kita mau mengembangkan potensi akal itu menjadi akal yang sehat atau membiarkan potensi akal itu tetap dalam wadah yang stagnan dengan tidak berusaha untuk mendidiknya,  sehingga dia tetap terkungkung dalam " penjara kejahilan".

        Mengasah dan mendidik akal sehat, Allah banyak menggunakan redaksi-redaksi yang berbeda yang semuanya bermuara pada pentingnya memelihara akal sehat, seperti:  _apalata'qilun, apala tatadabbarun, apalayanzdurun, Ulul albab._
 
     Kalau boleh ditafsir secara kontekstual bahwa   Kalimat-kalimat yang berbentuk pertanyaan (istifham) dari teks tersebut juga disertai dengan penegasan secara implisit bahwa Allah berfirman dan bertanya kepada manusia  " kalian sudah diberikan akal, mengapa kalian tidak menggunakannya sesuai dengan logika berfikir orang-orang yang sehat, apakah kalian sudah tidak waras?

    Namun harus digaris bawahi, bahwa Pertanyaan ini bukan ditujukan kepada orang gila yang stres karena terputus urat sarapnya, tetapi ditujukan kepada orang waras yang tidak menggunakan akal sehatnya di bawah bimbingan-Nya. Akalnya digunakan untuk berbuat manipulatif, menyelewengkan kebenaran di atas kepalsuan.

       Orang yang gila karena sarafnya terputus, jika melakukan  kesalahan atau melanggar hukum, maka dia bebas dari hukuman. Tetapi jika orang-orang  waras yang gila melakukan sindikat, Pasti tidak akan terbebas dari hukuman baik di dunia lebih-lebih di akhirat kelak.

       Pembertahankan potensi ke-Tuhanan dalam diri adalah hal yang sangat penting dalam situasi apapun. Sebab jangan sampai kecerdasan yang kita bangun selama bertahun-tahun akan runtuh seketika "ketika datang " gelombang sunami kegilaan" yang akan meluluhlantahkan harga diri seseorang.

_Wallahu 'alamu bishshawab_

Polewali, 16 Desember 2024

BELAJAR DARI FILOSOFI AYAM MENCARI MAKANAN

Oleh: Mukhtar

         Ayam adalah makhluk kecil yang punya kemampuan membaca ayat-ayat kauniyyah. Nalurinya dalam membaca pergantian sunnatullah, itu terlihat ketika matahari sudah mulai terbenam di ufuk barat. Ayam yang  seharian mencari makanan yang terdiri dari makhluk-makhluk melata yang biasanya bersarang   di batang kayu yang sudah lapuk, demikian pula melata lain yang nasibnya bersarang di sela-sela  tanah. 

      Waktu menjelang malam, kawanan ayam tersebut mulai meninggalkan medan pencariannya, lalu kemudian kembali ke sarangnya untuk beristirahat.  ayam mampu merasakan bahwa malam akan segara tiba. Dia segera ingin melepaskan lelahnya yang seharian beraktifitas.

        "Rumah" yang paling membuat ayam itu tenang adalah pohon- pohon yang tidak terlalu besar. Di situlah ayam bertengger menikmati waktu istirahatnya bersama  kawanannya. Sengaja memilih pohon yang tidak terlalu besar supaya tidak terlalu menguras sayapnya untuk terbang ke atas, di samping itu anak-anaknya yang belum punya kekuatan untuk terbang bisa mengikuti induknya yang mau beristirahat.

       Anak- anaknya yang masih kecil di boyong ke atas sambil mencari tempat yang memungkinkan bisa saling berdekatan dengan anak-anaknya.

     Ketika tiba waktu menjelang subuh  Suara-suara ayam menjadi alarm untuk membangunkan manusia untuk kembali mengingat Tuhannya. Ayam berkokok selalu tepat dalam mengeluarkan bunyinya. Dia selalu berbunyi di waktu menjelang subuh. Suaranya bukanlah suara biasa. Suaranya menyimpang Kesakralan dengan membawa berita langit kepada manusia.  Lantunan bunyi yang terdengar di subuh senyap, penanda bahwa malaikat sedang turun ke bumi. Artinya ayam menyaksikan pada saat malaikat turun. 

       Bahasa agama yang mengimformasikan tentang misteri suara ayam dapat dilihat riwayat yang  menyinggung tentang suara ayam,  namun kualitasnya belum bisa dipastikan kevalidannya  menurut pendekatan kaidah ilmu hadis sebelum dilakukan penelitian.  

     Adapun redaksi hadis tersebut, _" Idza sami' tum siyaha ddayyakati, pas alullaha min fadhlihi painnaha Ra,at malakan"_  ( Jika kalian mendengar ayam berkokok, maka berdoalah kepada Allah minta karunia-Nya, karena sesungguhnya ia melihat malaikat )
Dalam  riwayat lain " _sesungguhnya ayam itu juga melantunkan azan ketika malaikat pembawa Arsy melantunkan azam".  ayam berkata:"  _yaaghafiluun, uzdkurullah_" ( wahai orang-orang yang lupa, ingatlah Allah).

        Riwayat-riwayat yang berkaitan dengan kesakralan suara ayam di waktu tertentu, secara teologis dapat diyakini berdasarkan argumen bahwa semua makhluk yang diciptakan Tuhan memiliki misteri dan kelebihan masing-masing.

       Bukankah semua benda- benda, baik benda mati maupun benda hidup semuanya bertasbih memuji Allah "
_Tusabbahulahussamawatu ssab' u wal ardhu wa man fi hinna"_( langit yang tuju dan bumi, senangtiasa bertasbih dan apa yang ada di dalamnya). 

      Keunikan-keunikan yang terdapat pada ayam, di samping suaranya  yang mengingatkan manusia untuk berdzikir, kemampuannya membaca ayat-ayat kauniyyah pergantian siang dan malam,  juga  bisa dilihat  dari sisi  kreatifitasnya dalam mencari rezki.  Ayam adalah salah satu makhluk kecil yang memiliki kasab yang ulet mencari makanan. 
 Hidupnya tidak pernah diam di siang hari, kecuali jika sementara mengerami telurnya kurang lebih setengah bulan. 

    Ketika ayam turun dari pohon tempat ia bertengger, lalu ia kembali melakukan rutinitasnya menelusuri lorong-lorong ketidakpastian yang bisa diharapkan buat pengganjal perut, tapi sepertinya  dia begitu meyakini bahwa di sana ada secuil harapan yang menjanjikan.

    Hidup ini adalah setitik harapan. Andaikan bukan kita tidak digerakkan harapan, kemungkinan kita tidak akan mampu bertahan hidup. Hidup ini adalah kenyataan, maka orang harus senangtiasa berusaha sesuai jalan kita masing.   Hidup ini memang adalah gerak. Dalam mencari pengganjal perut yang halal,harus dilakukan dengan cara bergerak. Meskipun di suatu tempat terdapat sesuatu  yang tidak pasti, orang tidak boleh putus harapan untuk mencarinya. Mungkin butuh pengorbanan, penantian panjang dalam menelusuri "lorong-lorong ketidakpastian" seperti apa yang dilakukan oleh ayam.

     Rezki sudah dalam " skenario" yang di atas. Oleh karena itu, rezki tidak akan pernah salah alamat. Janganlah terlalu bernafsu untuk mengumpulkan harta sebanyak mungkin ( apalagi dengan cara yang tidak benar), tetapi 
kumpulkan harta yang berberkah walau sedikit.

_Wallahu 'alamu bishshawab_

Pinrang, 14 Desember 2024

KAMPUNG HALAMAN: || Titik Awal Memulai Hijrah

oleh: Mukhtar

    Kampung halaman adalah awal pertama mengenal bahasa ibu. Awal mengenal huruf "Alif"dan"ba", a, i, u. Huruf-huruf yang membesarkan dan mengharumkan nama seseorang.  Kampung halaman adalah awal meneguk air hikmah dari kedua orang tua kita. Pesan-pesan keadaban kita terima dari ke dua orang tua kita walau agak konservatif namun begitu holistik  dan prinsipil.  

       Orang tua memang tak berpendidikan tinggi, tapi pesan-pesannya adalah pesan-pesan keadaban dan tradisi yang menyiratkan pesan-pesan kenabian dan ke-Tuhanan.  

      Kampung halaman memang jauh dari kemoderenan, tergerus dengan lajunya peradaban, tapi nilai-nilai  dan prinsif masih terpelihara dengan baik. Suasananya begitu alami jauh dari kemunafikan.   Manusia kampung biasanya punya prinsif yang penting dapat makan, merokok, beribadah dan tidak menipu orang. 
 
      Suasana petang menjelang malam, suara-suara bak memanggil-manggil dari binatang bertanduk ( beke) terdengar di Sani - sini pertanda binatang itu sementara menunggu makanan, makhluk-makhluk kecil( irri-irris) seringkali terdengar di suasana malam sunyi senyap diiringi dengan gonggongan anjing yang menyeramkan, ditambah lagi dengan  suara-suara kodok  seperti basf gitar (tikkor) yang mengiri lantunan suara makhluk lain bak permainan orkes yang tidak beraturan. Sementara di pagi hari burung-burung  kecilpun (dongi) yang bertengger di atas ranting pohon, tak mau ketinggalan menghibur manusia kampung yang sudah selesai menyelenggarakan shalat subuh sambil menikmati gulungungan sendiri rokok yang terbuat dari tembakau ( bakal) dengan kopi pahit alami sebelum pergi ke kebun. Itulah alaminya suasana kampung yang membangkitkan kerinduan yang sudah berhijrah di negeri orang.

      Tak jarang seseorang  ketika sukses di negeri orang, suasana kampung menjadi pelipu lara untuk mengobati rasa rindu ke kampung halaman, sesekali memutar kembali rekaman masa-masa mengawali hidup di kampung, baik kisah yang mengandung penderitaan maupun kisah kebahagiaan masa kecil.

       Mungkin ada yang merasakan bahwa bahagia yang sesungguhnya adalah kebahagiaan semasa menikmati permainan di waktu kecil. Naluri anak kecil adalah main dan main, sampai-sampai belajar mengaji sambil main kejar-kejaran di dalam mesjid. Dalam shalatpun  biasa sambil bermain sehingga sesekali keluar suara seperti orang ketawa. 

         Naluri yang selalu bermain di masa kecil membuat nyaris tak pernah menyadari bahwa kedua orang tua adalah miskin. Seorang anak kecil yang bermata mainan mengikuti ibunya ke pasar, terkadang seorang ibu rela menyembunyikan kemelaratannya kepada anaknya dengan rela tidak jadi belanja mainan untuk anaknya yang menangis.

       Memutar kembali kampung halaman dapat mengikis keangkuhan seseorang di satu sisi dan dapat menjadi pelipu lara di kala kita rindu dengan kampung halaman.

     Ada apa dengan kampung halaman, kampung halaman adalah bagian sejarah hidup seseorang yang mempengaruhi langkah selanjutnya. Seseorang tidak bisa langsung menaiki tangga yang paling atas tanpa melewati anak tangga yang paling bawah, seseorang tidak bisa meraih kesuksesan tanpa melewati penderitaan. 

       Kampung halaman adalah alam yang pertama sekali mempormat pikiran kita. Alam kampung adalah sumber inspirasi.  Fakta kejumudan yang mewarnai alam kampung juga tak jarang  membangunkan " teologi kebebasan" untuk bisa melangkah lebih jauh.

       Realitas ketertinggalan dalam sebuah kampung, menghentakkan kaki salah seorang rektor universitas Islam negeri Alauddin Makassar untuk " melawan takdir"
Yang kemudian menjadi sebuah karya monumental. 
         Buku tersebut adalah kisah dari perjalanan anak manusia kampung yang kemudian menghijrakan dirinya ke alam kebebasan sehingga pada akhirnya telah berhasil menduduki jabatan akademik pada tahta yang paling di atas . 

    Satu lagi, Menteri agama dan sekaligus  menjadi imam besar mesjid istiqlal adalah salah satu dari sekian fakta mengagumkan dari seorang anak santri kampung( as' adiyah). Dia begitu gigih dan tabah melewati semua rintangan yang menghadangnya dari suasana kampung yang menjeratnya. Menurut riwayat,  pesan-pesan keadaban dari orang tuanya semasa kecil menjadi  bekal dalam memegang prinsipnya. Dan pada akhirnya, namanya begitu tenar, harum, melejit karena kedalaman ilmu dan akhlak yang melekat pada dirinya.

      Kedua tokoh tersebut , lahir dari kampung terpencil, kemudian hijrah untuk menggali mata air kehidupan yang ditaburi dengan penuh hikmah. 

      Catatan ini tidak cukup untuk mengukir suasana kampung,  yang jelas " kampung halaman adalah titi awal untuk memulai hijrah" hijrah dari kampung bukan berarti melupakannya, tetapi pergi untuk kembali berkisah bersama dan berkumpul dengan orang-orang kampung.

_Wallahu 'Alamu Bishshawaab_

Mombi-Alu, 12 Desember, 2024

Selasa, 10 Desember 2024

GUBERNUR TERPILIH SULBAR ADALAH REFRESENTASI SUARA TUHAN.


Oleh: Mukhtar

      Pesta demokrasi sudah selesai dihelat, adu gagasan sudah berakhir, petugas penyelenggara pemilu telah menetapkan para pemenangnya. Para tim sukses menyambutnya dengan penuh suka cita para jawaranya masing-masing. Kini saatnya retorika politik ditunaikan.

     Siapapun paslon yang terpilih, dia adalah putra-putra terbaik daerah yang kita harus sambut dengan penuh suka cita. Meski ada pihak-pihak Paslon lain yang merasa dirugikan siap untuk mengajukan gugatan ke mahkamah konstitusi. Tapi itulah yang sering terjadi jika ada yang merasa tidak puas dan dirugikan oleh kontestan sebagai pemenang.

      Semua yang terlibat dalam kontestan politik sejatinya siap dengan segala konsekwensinya. Siap menang dan siap kalah. Bagi yang menang , sejatinya mewujudkan janji-janji politinya untuk menyejahterakan umat, bukan sekedar melampiaskan" birahi politik" yang tidak amanah. Bagi yang kalah tetaplah tegar, tetap punya niat untuk membantu mengsejahterakan umat bersama yang menang. Tidak mesti duduk di dalam pemerintahan bisa ikut memikirkan nasib rakyat, bukan justru terbenang dalam suasana merasa" impoten politik".

    Menelisik Situasi yang terjadi dalam leksis kemandaran,  pesta demokrasi yang baru selesai dihelat di Sulawesi Barat terutama pemilihan gubernur juga tidak luput dari sorotan media. Para pengamat politik turut memberikan komentar dengan segala konstelasinya. 

       Kini sebagian besar  rakyat Sulbar telah menunjukkan keberpihakannya pada pasangan yang terpilih. Ini indikator yang cukup jelas bahwa pasangan yang terpilih adalah putra-putra terbaik dari  jazirah mandar. 

        Suara rakyat Sulbar telah ikut merefresentasikan " suara langit". Ada kalimat sakral dalam dunia politik "Suara  rakyat suara Tuhan" meskipun ungkapan ini berawal dari dunia pengadilan bagi yang bersengketa yang diharapkan keputusannya betul-betul bisa mewakili  keputusan Tuhan di bumi .

      Logika sederhananya, melawan pilihan rakyat berarti melawan pilihan Tuhan. Memang  ungkapan sakral itu tidak berangkat dari Postulat teologi dan kitab suci, tapi tafsirnya menga ndung arti bahwa rakyat harus diperhatikan sebagai menyambung lidah kehendak ilahi, rakyat sejatinya ikut menentukan nasibnya yang diamanahkan kepada pemimpin yang dikehendaki oleh Tuhan lewat rakyat. 

         Itulah sebabnya, tak jarang dalam realitas sosial politik, sudah banyak pemimpin yang berakhir dengan trangis karena diturunkan secara paksa oleh  rakyat. Bahkan tak jarang pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaannya akan berakhir di balik jeruji besi.

       Mohon ijin, sedikit saya memberi catatan sederhana yang mungkin bersifat subyektif mengenai ketokohan gubernur terpilih tahun ini, yang sudah pasti Tuhan sudah menghendakinya dengan  " teka-teki takdir" sebelum terpilih jadi gubernur.

     Jalan hidupnya telah memilih dunia politik yang mungkin menjadi pegangan prinsipnya bahwa pemerintahan dan dunia politik adalah salah satu jalan untuk menyampaikan kebenaran. 

     Kemenangannya menjadi gubernur, tidak terlepas dari pengalaman politiknya yang cukup matang, baik di birokrasi maupun sebagai legislator. 

     Pendidikannya yang mentereng, telah mematangkan pemikirannya dalam menyampaikan gagasan.    Retorika politiknya yang tertata dan santun menunjukkan dirinya adalah seorang politik yang terdidik secara akademik. Demikian pula yang sikapnya yang santun tanpa pandang bulu, menjadi penanda bahwa dia jauh dari kata arogan dan angkuh.

      Menyorot latar pendidikannya, gubernur terpilih ini, persoalan   zakat terkait dengan kesejahteraan umat menjadi pilihan kajianya untuk memperoleh gelar doktor. Kajian tentang zakat bagi seorang politisi memang agak kedengaran tak biasa seperti layaknya bagi seorang doktor   studi Islam. 
         Boleh jadi yang menjadi motif dia mengkaji zakat karena zakat terkait dengan kesejarteraan. Zakat dalam diskursus Islam adalah bagian dari ibadah sosial.

      Kecintaannya kepada agama dan pendidikan agama, kedua anaknya memilih perguruan tinggi agama sebagai almamater kebanggaannya. Perguruan tinggi agama Islam terbesar Indonesia Timur itulah yang mengantarkannya dalam  menyabet gelar doktor.
        Terpilihnya jadi gubernur Sulbar adalah bagian dari takdir lewat suara -suara Tuhan yang diwakili oleh rakyat. Semoga gubernur yang terpilih dalam keadaan sehat bersama wakilnya dan tetap amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai Khalifah di muka bumi.

_Wallahu 'Alamu bishshawab_

Majene, 11 Desember 2024

Senin, 09 Desember 2024

TETAPLAH BERADAB KEPADA SIAPAPUN

Oleh: Mukhtar

  
        "Keselamatan manusia tergantung bagaimana ia bisa memelihara lisannya", lidah memang tak bertulang", " Mulutmu adalah harimaumu",  atau bisa juga dikatakan di era digital sekarang ini, "jari-jarimu adalah singamu".      
      Doktrin-doktrin tersebut mengenai lisan cukuplah untuk membangunkan kesadaran keberagamaan kita ( consenous religion) yang  kadang disepelekan dan tak terhiraukan manakala diri sudah merasa di atas singganasana kehidupan yang cenderung terlena dan lupa diri yang berujung merasa lebih baik dari orang lain, baik dari sisi materi, jabatan, tahta, keturunan, bahkan ilmu sekalipun. 
        Variable- variable- duniawi tersebut jika jatuh di tangan manusia yang hatinya gersang dari ajaran agama,  baik pada level esoterisme  terutama esoterisme, sangatlah berpotensi bagi pelakunya jatuh ke jurang keangkuhan-kesombongan.
     Iblis pernah  mendapatkan hadiah jabatan dari Allah masuk dalam deretan malaikat-malaikatnya sehingga meraih "piagam penghargaan" sebagai seorang Abid-ahli ibadah bahkan mendapatkan gelar besar dalam tingkatan malaikat yaitu Azasil karena ketinggian ilmunya, tiba-tiba semua penghargaan itu  berubah menjadi murka Tuhan akibat tidak sedikitpun memberi apresiasi berupa penghargaan kepada makhluk yang bernama manusia karena merasa lebih hebat, lebih pintar lebih berkuasa, dan lebih pantas dari manusia. Kesombongan iblis mengubah jabatannya secara drastis dari Abid dan azazil menjadi laknatullah.
    Keangkuhan yang pernah melekat pada iblis dapat merasuki di mana, kapan, dan siapapun termasuk orang alim sekalipun. Dalam sejarah kenabian sosok Fir'aun menjadi salah satu anak manusia yang paling bertanggung jawab karena telah menjadi salah satu pewaris iblis yang paling masyhur di jagad raya ini. Bahkan boleh dianggap Fir'aun adalah simbol keangkuhan dan kesombongan dalam sejarah kemanusiaan.

      Al-Qur'an surah Alaraf ayat 12 menginformasikan kata yang dipakai oleh iblis kepada manusia yaitu " aku" aku lebih baik dari manusia. Demikian pula Al-Qur'an surah al-Zurhf ayat 52  menginfomasikankan Fir'aun dengan menggunakan kata" milikku" bukankah kerajaan Mesir ini adalah milikku"
       Kata" aku" dan "milikku" tersirat makna yang memiliki karakter narsistik dan eksploratif. Yaitu karakter yang menganggap lebih penting dari orang lain, mengabaikan perasaan orang lain dan ambisi menguras demi memuaskan dirinya.

       Sangatlah patut menjadi renungan beberapa abad yang lalu Nabi memberi pesan yang amat  doktrinal tentang pentingnya memelihara adab. Nabi mendeklarasikan dirinya bahwa tujuan utama dia diutus adalah untuk mentransformasi kebiadaban manusia menuju hidup yang berkeadaban.  sampai-sampai Nabi juga berpesan " Akhlak lebih di atas daripada ilmu".

     Kita tidak ingin terlibat  begitu intes terhadap fenomena yang sangat viral di media sosial saat ini yang begitu menghebohkan publik, yaitu adanya figur  publik  yang punya label kealiman yang dinilai oleh berbagai kalangan sebagai bentuk yang tidak menghiraukan adab .sehingga secara implisit dianggap sebagai bentuk pelecehan kemanusiaan kepada masyarakat kecil.

       "Nasi sudah bubur" demikian kata pepatah,  peristiwa ini sudah menjadi konsumsi publik yang tak terelakkan.  Yang jelas ini pasti ada misteri besar dari peristiwa ini sebagai pelajaran bagi kita semua bahwa "" *Tetaplah Beradab Kepada Siapapun"*, Berhati-hatilah berucap dan menggerakkan jemari kepada siapapun karena kedua akan menjadi bomerang yang siap akan menerkam seperti harimau dan singa.

      Peristiwa tersebut juga menyiratkan adanya" skenario Tuhan" bahwa bisa jadi karena lisan seseorang yang dianggap sebagai " pelecehan" sebagai pintu datangnya Rezki seseorang.


Wallahu :Alamu Bishshawab

Pinrang. 8 Desember 2024

Jumat, 06 Desember 2024

MEMBUANG SEBIJI GARAM DI TENGAH SAMUDRA LUAS

Catatan : Dr. Mukhtar, S.Th.I., M.Th.I

           Lautan nan luas dan dalam seringkali menjadi simbol dalam mengilustrasikan kedalaman ilmu seseorang. Allahpun menggambarkan ilmu-Nya dalam QS:Al-Kahfi ayat 109 bak lautan tak bertepi.   Namun ada kisah menarik dari anak manusia yang memiliki ketergantungan jiwanya dengan sang pencipta, berani menggertak dan menundukkan laut di tengah berkecamuknya samudra luas membuat para penumpang itu mendekati anak manusia  seraya memohon kepadanya  " engkau adalah anak manusia yang memiliki kelebihan sebagai kekasih Allah " berdoalah agar kami semua selamat dari situasi ini " Maka anak manusia itu dengan penuh keberanian memerintahkan laut untuk berhenti mengamuk seraya berkata "berhentilah wahai laut kecil di atasmu sekarang ada lautan ilmu"  seketika itu dengan izin Allah lautanpun kembali menjadi tenang. Anak manusia itu adalah Muhyiddin Ibnu ' Arabi sang pemilik Kitab *futuhat Al-Makiyyah* yang sangat brilian itu. 
  
      Ibnu Arabi yang telah sanggup menantang samudra seakan memberi pesan bahwa betapapun luas dan dalamnya lautan, hati dan pikiran manusia jauh lebih luas dan dalam. Ibnu Qayyum mengatakan diantara yang dapat melapangkan dada adalah ilmu, sungguh dia dapat melapangkan dada bahkan lebih luas dari dunia. Hati adalah miniaturnya alam makrokosmos yang dalam dan luasnya tak terbatas. Dalam hadis qudsi Allah berfrman: " Semua petala langit dan bumi menjadi sempit untuk merangkul KU tetapi Aku bisa dirangkul dari seorang mukmin yang hatinya lapang". artinya hati manusia yang kecil bisa menjadi luas karena Tuhan berada di dalamnya. "Dalamnya laut bisa diukur dalamnya hati siapa yang tau" demikian kata pepatah.
       Dalil-dalil tentang kekuatan hati manusia tersebut menjadi penanda yang cukup jelas bahwa hati bisa menjadi luas bahkan bumi sekalipun manakala seseorang telah berhasil menempatkan Tuhan di dalam hatinya dan pikirannya yang membuat Ibnu Arabi berani menundukkan amarah lautan.

       Terlepas dari luasnya hati dibanding lautan, catatan sederhana ini bukanlah seperti lapangnya hati daripada luasnya samudra, melainkan seperti sebiji garam yang dihempaskan di tengah samudra dan luas yang mustahil sebiji garam mampu menggarami lautan. Lagi-lagi penulis wajib untuk membuat metafora bahwa catatan tak beraturan ini seperti seorang murid -salik yang tengah mencari seorang Mursyid. Bagai seorang yang haus dalam mencari sumur.
      Ungkapan dan pikiran manusia apalagi seorang murid yang tertuang  dalam bentuk  tulisan memang  tidak sesakral dengan bahasa dan pikiran seorang mursyid. Bahasa seorang mursyid adalah bahasa yang sudah melangit sedangkan bahasa seorang murid adalah bahasa yang di ukir di bumi yang penuh dengan kepalsuan dan tipu daya.  Oleh karena itu ketika seorang murid berbicara di depan gurunya sejatinya menyadari bahwa dirinya seperti *"membuang sebiji garam di tengah samudra luas"*

      Namun demikian murid boleh berprinsip bahwa  Jika seorang membuat catatan di depan guru jadihkanlah itu sebagai sesuatu yang dapat mengantarkanya  kepuasan batin tersendiri. Sebab pada prinsipnya tulis menulis adalah sebuah titian yang dapat mengantarkan pada keabadian.
      Kepuasan batin seorang penulis itu pertanda (mudah-mudahan saya tidak salah tafsir) bahwa Tuhan telah memberi restu dan Ilham kepadanya sebab pada hakikatnya yang menggerakkan pikiran manusia adalah Tuhan itu sendiri.

        Mungkin tidak terlalu salah kalau dikatakan bahwa menulis yang baik-baik adalah bagian dari usaha  merefleksikan" pemikiran Tuhan". Atau dengan bahasa lain bahwa menulis adalah merefsentasikan ide dan gagasan Tuhan lewat manusia yang cenderung  selalu melakukan " pertapaan" di alam pemikiran dan renungan.

     Sedari Tuhan masih mewaraskan pikiran kita, lidah kita masih pasih melafazkan dan menyusun  kata walau tidak sistematik jalan menuju keabadian terbentang luas di depan kita yang menjadi investasi yang tidak sekedar bertujuan meraih ambisi  kehormatan akademik seperti diburuh oleh segelintir orang walau dengan jalan yang instan bahkan manipulatif seperti ambisi sebagian para politis, sangat berambisi di depan namanya ada gelar Doktor dengan menawarkan disertasi yang dipertanyakan keabsahannya.

     Mencatat sebait kata yang baik-baik dan bermamfaat adalah bagian dari perintah agama" sampaikan walau satu ayat" demikian Rasul mengisyaratkan bahwa menjadilah diri yang abadi yang bisa dikenang dalam sejarah.

    Banyak para pendahulu yang telah berhasil menorehkan sejarah lewat gagasan dalam lembaran-lembaran kertas.   Banyak orang mengenangnya walau penulisnya sudah tiada menuju alam eskatologis.

      Tubuh boleh hancur dimakan cacing tanah, tetapi ruh dan pemikiran tidak boleh lenyap. Keabadian ruh akan kembali kepada yang asal yang menancapkan ruh tersebut yakni YANG MAHA TUNGGAL, sementara pemikiran akan abadi dalam kenangan manusia. Pikiran Buya Hamka akan selalu abadi karena tafsir Al azharnya, pemikiran Hasbi Assiddiqi tidak akan pernah lenyap karena Tafsir Annnurnya.  Dan masih banyak lagi  ulama-ulama yang mengabadikan namanya lewat karya yang diwariskannya.

Wallahu 'Alamu bishshawab

Pinrang 7 Desember 2024

Kamis, 28 November 2024

SELAMAT DATANG GUBERNUR BARU SULAWESI BARAT

Hari ini, kita menjemput pagi dengan senyum dan harapan baru dengan kepala tegak. Teriring rasa syukur atas kemanangan yang dianugerahkan Allah SWT kepada kita semua. 
Tentu saja capaian ini bukanlah halte akhir dalam perjalanan  memuliakan proses perjuangan. Sejatinya kemenangan ini menjadi awal bagi kita dalam mengawal proses penbangunan dan melahirkan kebijakan pro rakyat. Proses dan tahapan pilkada 2024 yang telah kita raih saat ini mesti dipandang sebaga jeda untuk mempersiapkan lompatan besar.

Raihan suara pssangan yang kita usung jangan lagi kita maknai  tentang menang atau kalah, tapi tentang keberanian untuk melangkah, tentang mimpi yang tak pernah padam, dan keyakinan bahwa niat baik,  aksi tulus dan tujuan  mulia akan menemukan jalannya.

Setiap suara yang kita dengar adalah harapan, setiap dukungan yang kita terima adalah pengakuan, bahwa perjuangan ini berharga, bahwa kita tak pernah sendiri.

Kini, saatnya menanam harapan dan kembali merajut persaudaraan di atas perbedaan, karena kekuatan sejati tak hanya ada di kemenangan, tapi di hati yang tetap tulus, Dalam jiwa yang terus berjuang.

Harapan harus terus kita pupuk, semangat perjuangan mesti terus kita kobarkan. Bersama tekad yang tak tergoyahkan, Mari melangkah lagi,
Untuk cita-cita yang lebih besar,
Untuk pengabdian tulus kepada-Nya dan perjuangan untuk masyarakat yang kita cintai.

Terima Kasih kepada SDK, JSM, Syamsul Samad, Sukri Umar, S. Ary Ifitkhar, Muhammad Aslam, Andi Morgan, S. Wildan Bado, Musjad, Abd. Rahman Karim, dan semua teman teman relawan. Saya tidak harus mengklaim diri sebagai pendukung dan pejuang, yang saya akui hanya bentuk pengakuan dan keberpihakan saja.  

SDK -JSM harus menjadi formula baru  yang takkan pernah berpisah dari  kita semua. Pada ketulusan dan kesungguhan kita harus banyaki belajar bahwa tak ada yg bisa menggantikan persaudaraan, keakraban  kepedulian, kerja keras kesabaran, doa dan tawakkal. 

Sukses Selalu. Malakka Sunga'ta, Nasalipuri gassing napakarao garring. 

Sabtu, 12 Oktober 2024

(012) MAXIMUS & GLADIATOR PAPUA

Penulis : Maximus Tipagau 
Penerbit : Rayyana Komunikasindo
Tahun : 2016
424 Halaman 

Kisah hidup Maximus Tipagau Ini akan menginspirasi banyak orang. Kedua Orangtuanya mengajarkan, di dunia ini tak ada yang gratis, termasuk soal makan di rumah. Ia tak dapat jatah makan jika belum membantu orangtuanya. 

Kehidupannya makin sulit ketika di usia tujuh tahun la sudah yatim piatu. Meski punya nenek, Maximus memilih hidup sendiri. Lalu ia mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. Kadang ia menawarkan diri membawakan tas milik geolog asing yang sedang melakukan survei sumber emas di kawasan dekat rumahnya dengan harapan mendapat jatah makan, atau mengangkut barang milik guru asal Jawa dari lapangan terbang ke rumah dinasnya. Pernah juga memikul sayuran sejauh puluhan kilometer hanya untuk mendapat upah Rp. 3.000. Meski sulit, ia pantang menerima upah sebelum pekerjaannya selesai. Ia bahkan pernah mengikat perutnya dengan noken kuat-kuat untuk mengurangi rasa lapar yang mendera, padahal ia harus membelah setumpuk kayu. 

Di usianya yang belum genap sepuluh tahun, Maximus mencoba melamar pekerjaan di Tembagapura, kawasan Freeport. Sudah tentu ia diusir-usir sekuriti. Namun, berkat kegigihannya, dengan berbagai strategi yang lugu tetapi cerdik, akhirnya usahanya membuahkan hasil. Ia mendapat pekerjaan sebagai tukang kebun di kompleks pejabat tinggi Freeport. Kelak ia bekerja sebagai tukang kebun di sejumlah rumah yang dihuni para petinggi Freeport. Ia pun akrab dengan beberapa direktur perusahaan itu yang berasal dari AS atau Kanada. 

Meski banyak koneksi, untuk bisa bekerja di Freeport ternyata tidak mudah. Apalagi ia tak tamat SD. Namun, ia pantang menyerah. Segala upaya ditempuhnya agar bisa bekerja di Freeport. 

Buku ini bercerita tentang bagaimana ia menembus ketatnya penjagaan di Freeport, meyakinkan para petinggi perusahaan itu agar mau mempekerjakannya, dan bagaimana ia belajar untuk meningkatkan karier dari tukang parkir truk hingga jadi operator truk raksasa, bahkan jadi instruktur operator alat berat yang pesertanya para sarjana. 

Perjalanan hidupnya unik, lucu, lugu, kadang “gila”, tetapi sangat inspiratif. S.apa sangka pemuda Papua yang usianya belum 35 tahun ini sekarang bekerja di Istana Negara dan pernah memimpin delegasi ekonomi ke luar negeri. “Mungkin saya diwarisi mental gladiator seperti ayah dan kakek saya," katanya. 

ONE dO Art || Sung Lallute' (Menabur Cinta dan Kerinduan)

Oleh: Sahabuddin Mahganna. 

Ke Kutai. Begitu orang Mandar menyebutkan. Ketika jarak menjadi dekat oleh menyatunya sungai dan laut, mahakam-sampaga seakan memadu kasih, menghubungkan eratnya cinta penghuninya dan kerinduan saling memuji,  persaudaraan tak terpisahkan, alun kan dawai-dawai komunal, karena hanya nadamu yang menghampiri, meskipun haluannya berbeda. 

Enam belas jam perjalanan laut Armada Lembelu Pare-pare 2 Oktober 2024 menuju Balikpapan, Musik performence Sunglallute (ke Kutai) produksi One dO art di Mulai. Ini salah satu kelompok kesenian Sulawesi Barat, yang mendapat kehormatan menjadi bagaian dari International Kaltim Etnik & World Musik Festival di BSB Balikpapan tanggal 4-7 oktober 2024. Selama tiga hari di Hotel Pentacity, dengan pelayanan terbaiknya, panitia dan peserta dalam jadwal yang lumayan padat itu, begitu pula One dO art pada karyanya di lingkaran musisi etnik lokal, nasional, serta Internasional.

Nada Sunglallute mengalun indah pada dua malam itu, pantai BSB menjadi saksi, para warga Mandar pun yang sempat menyaksikan atas bantuan Aslam Nur kepada eks pejuang Sulawesi Barat Junaedi Latif, hingga kabar sampai Ke warga Mandar, KKMSB, Ketua DPRD dan Walikota Balikpapan. Di sela-sela pertunjukan kami, mereka mengaku bahwa kerinduannya terobati setelah lama tidak menginjak tanah leluhurnya. Kota Balikpapan yang bersih dari kerumunan sampah, betah kan kami selama lebih dari satu pekan. 

Hari senin tanggal 7 Oktober, kami melakukan check-out Hotel, menuju Petraland Pertamina Balikpapan, atas niat baik Pak Ilyas (warga Muara Badak keturunan Mandar) yang cukup disegani di kompleks perumahan elit tinggalan Belanda itu, menampung kami selama dua hari karena trasportasi yang rencananya kembali kami lalui untuk jalur laut  ke Mandar, tidak terjadwal setiap waktu. Namun, bukan berarti hal itu membuat tim akan mengalami kejenuhan atau pun kesulitan, sebab kecintaan dari Pak Ilyas beserta istri dan beberapa kolega (bu Hanna Haruna Rasyid dkk) menerima kami dengan suka cita. Dari sini kami memetik hikmah sekaligus mendapat sejumlah kesan yang tidak kala menarik dari agenda sebelumnya. 

Menabur Cinta bersama KKMSB Balikpapan

Pada pertemuan pertama kami dengan bapak Junaedi Latif di Hotel Pentacity, nyatanya beliau mengabarkan kepada seluruh warga Mandar mengenai kedatangan delegasi kesenian dari Mandar, sekaligus membicarakan agenda untuk melakukan suatu hal yang kemungkinan sudah beberapa kali dilakukan. Dengan semangatnya, agenda ini terus dibicarakan melalui grup via WA mereka, hingga disepakatilah bahwa rabu tanggal 9 Oktober 2024 pukul 20:00, kami akan pentas sekaligus temu kangen. 

"Siang yang cerah dengan udara yang terasa "hangat" seolah menyambut persiapan menjelang malam yang dinanti. Sebuah foto baru saja dikirim kanda Junaedi, memperlihatkan lokasi di mana pagelaran "passayasayang" akan digelar pada malam kamis nanti. Insyaallah. Tempat tersebut, dengan suasana yang terasa penuh dengan nuansa tradisi dan kehangatan budaya, tampak sudah mulai dipersiapkan dengan baik. Di sudut-sudutnya terlihat khas yang mencerminkan keindahan kearifan lokal, seolah tempat ini tidak hanya siap menjadi arena seni, tapi juga ajang kebersamaan dan pengingat akan akar budaya yang selalu hidup di tengah masyarakat. Lampu-lampu yang mulai disusun rapi siap menerangi panggung, menambah semarak dan harapan bahwa malam nanti akan menjadi saksi pertemuan antara tradisi dan kekinian, dengan penampilan yang akan membawa kita kembali pada rasa sayang terhadap warisan nenek moyang. Suara gitar yang akan melenting, serta lantunan suara merdu yang akan menghiasi malam, tampaknya sudah terbayang oleh banyak yang menanti. Semoga malam Kamis nanti menjadi momen yang penuh berkah dan keindahan, mempererat ikatan kebudayaan yang ada dan persaudaraan yang hakikat".

Pernyataan di atas oleh Syarif Syamsul telah menyebar luas dikalangan warga Mandar, ini pula sebagai undangan yang dikemas secara kekeluargaan, dan benar saja malam itu begitu indah, berkesan, nyaris semua yang hadir menerima suasana seperti berada di Mandar. Para undangan tanpa terkecuali melakukan pamacco, sebuah tradisi memberi yang dikemas dalam pertunjukan secara turun temurun dikalangan masyarakat Mandar. Tangis dan rasa haru pun tak terbendung , tidak terasa kami yang terlibat dalam pentas selama kurang lebih 3 jam seperti pentas dalam hitungan menit. Malam itu kami begitu berbahagia bisa memanfaatkan momentum untuk bertemu ratusan warga Mandar di pelataran kediaman H Rudi Mas'ud Balikpapan. 

Sayid Alwi Al-Qadri, S.P (Ketua DPRD Balikpapan juga keturunan Mandar) tersebut telah menjadi garda terdepan helatan itu, mengingatkan dalam sambutannya, bahwa Mandar di Balikpapan harus saling mencintai, memberi manfaat kepada sesama dan selalu menjadi panutan di tanah rantau, menghargai budaya dalam lingkaran kebudayaan Kutai-Mandar, saling menolong. Dan itu kami merasakan dengan difasilitasinya trasportasi jalur udara untuk Tim One dO art kembali ke Mandar. 

Ketinggalan Pesawat
Satu hal paling berkesan bagi kami ketika hendak kembali ke Mandar, pada pukul 04:00 dini hari Kamis tanggal 10 Oktober 2024. Setelah membereskan segala persiapan, kami tidak seharusnya tertidur, dan benar saja pukul 6:30 kembali bangun bergegas untuk menuju ke Airport Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sepinggan. Upaya untuk memburu jadwal berangkat sia-sia (kami tertinggal). 

Boking Boarding Pass pesawat tujuan Mamuju mempersulit, meski kami sudah berada di pintu terakhir ruang tunggu, semua prosedur, upaya dan alasan sudah dilakukan, namun tetap saja meninggalkan kenangan yang tentu tidak bisa dilupakan seumur hidup, mengingat hal kejadian ini baru kami temui, dan yang pastinya ketua DPRD Balikpapan (pak Alwi) beserta seluruh warga Mandar di sana, yakin pasti kecewa berat terhadap perlakuan kami, saat itu pula tim di kerumunan penumpang lainnya menjadi down (turun semangat) semua terdiam dan menyesali peristiwa yang baru saja terjadi. Sekali lagi kami memohon maaf! 

Beruntung, seluruh warga di sana tetap meyakinkan untuk tetap bersemangat, khusus nya ketua DPRD tersebut yang tidak pernah sedikit pun hatinya untuk memberatkan, beliau sangat menyayangi kami dengan memberi petunjuk, pelajaran, dan arahan. Didikannya akan selalu membekas di komunitas ini. Melalui pak Joyo salah satu tim Ahli beliau, mengabarkan bahwa kami segera mengganti pesawat menuju Makassar. Benar saja, kami akhirnya tiba dengan selamat di Makassar hingga sampai di kediaman masing-masing, berkat doa dan bantuan seluruh warga dan pemerintah kota Balikpapan berdarah Mandar. Dari sini kami mengakui kesalahan dan memuji persatuan Mandar di tanah rantau, dengan kata lain mereka tidak pernah ingin melihat sesama saudaranya mendapatkan penderitaan. 

Dengan pelayanan ini, semakin membawa dampak dan pelajaran berharga untuk memuluskan One dO art lebih dewasa dalam menjalankan tugasnya menabur cinta dan kerinduan lewat jalur kesenian. Tentu saja perjalanan ini begitu banyak yang terlibat, dan yang pastinya kami sangat berterima kasih kepada yang membantu. H. Mahmud Ganna, Dinas Pariwisata Kaltim, Kawan Indonesia World Music Series  (Amar Aprizal), Drs. Naharuddin M. Si. (komandan barisan pemuda pembentukan Sulawesi Barat), Abd. Rahim (anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat), Dr. Chuduriah Sahabuddin M. Si (Rektor Unasman), Jumiaty A Mahmud anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Aslam Nur, Sahabat As'ad Sattari, Rustan S.Pd -I. Sabri Maulana  dkk. Pak Junaedi Latif dan keluarga (eks pejuang Sulawesi Barat), Pak Ilyas SH dan keluarga, Syarif Syamsul, dan keluarga, Hanna Haruna Al Rasyid beserta keluarga dkk, Alam Nur Qadri (Owner Simboyang art - Mandar Hero) atas support kaosnya. Keluarga besar  SMAN 1 TINAMBUNG dan SMPN 2 MAJENE . 
Ocha Soundre dan keluarga, Nurul zakinah akbar
Jumrana beserta keluarga, Mitha, Rian, Daniel, Dadang, Alim, Aby, Indah serta para warga dan komunitas Mandar Balikpapan, Khusus nya Bapak Ketua DPRD Balikpapan (Sayid Alwi Al-Qadri, S.P), pak Joyo Tim Ahli DPRD Balikpapan, Bapak H. Rahmad Mas'ud, H. Rudi Mas'ud SE. M. E. Serta para pendukung lainnya. 

Kami dari One dO art, Sahabuddin Mahganna, Muh. Ulfi Mahendra, Didi Sulaiman, Adnan Kadir, Adi Reski, Wahyu Almasyah, Amaliah Ramlan, dan beberapa anggota dan para kerabat, mengucapkan banyak Terima kasih atas doa dan bantuannya. Semoga kita semua selalu dilindungi oleh Allah SWT dan Rasulnya. Amin.

Minggu, 29 September 2024

(011) SEJARAH BENTENG KAJUMANGIBANG || Benteng Pertahanan Terakhir di Mandar Tahun 1907-1908


Penulis : Prof. Dr. Idham Khalid Bodi
Editor : Dr. Saprillah 
Penerbit : Arti Bumi Intaran 
Tahun : 2016
202 Halaman 

Buku ini bisa dikategorikan sebagai Buku sejarah perlawanan rakyat Mamuju. Buku ini dimaksudkan untuk merekonstriksi kejadian-kejadian masa lalu yang tersisa dalam ingatan publik Mamuju, khususnya di Mamuju Tengah. Kesulitan utama menulis sejarah adalah mempercayai tuturan. Seperti yang diakui oleh penulis di bagian pendahuluan, bahwa sumber data tentang sejarah Benteng Kajumangibang adalah narasi, tuturan bukan data tertulis. Tuturan sangat mungkin mengalami depresentasi (kesalahan interpretasi) dan sangat mungkin dipengaruhi oleh subyektifitas narasumber. Dalam hal ini, penulis cukup cerdik dengan menampilkan beberapa versi yang ditemuinya untuk dikaji secara hati-hati. Contoh yang paling detil terlihat pada beberapa versi istilah Benteng Kajumangibang. 


(010) ALI BAAL MASDAR || Sang Pionir Dari Tanah To Malaqbi

Penerbit : Indomedia Global Mandiri
Tahun : 2019
384 Halaman

Dalam konteks ini, terpilihnya Ali Baal Masdar (ABM) lewat kontestasi Pilkada langsung Gubernur Sulawesi Barat 2017, menjadi momentum penting bagi suami Hj. Andi Ruskati ini untuk mengemban amanah dan menyejahterakan rakyatnya. Tentunya, publik berharap, terpilihnya ABM, adalah benar-benar menjadi pemimpin impian rakyat, dengan serangkaian programnya yang 
prorakyat. Apalagi, selama ini dia dikenal sebagai pemimpin yang kuat, jujur, bersih, amanah, juga kreatif, inovatif, bertanggungjawab, serta dapat memberikan pelayanan prima (phylosopher-king) kepada rakyatnya, yang diharapkan pula dapat mewujudkan visinya pada 2017-2022 yakni, “Sulawesi Barat Maju dan Malaqbi.” 

Malaqbi dalam Bahasa Mandar sendiri diartikan sebagai nilai: nilai luhur, mulia, rendah hati dan keutamaan dalam sifat-sifat ber. harkat dan bermartabat. Makna ini dapat ditemukan dalam budaya Mandar yang diungkapkan di berbagai lontar, yaitu “Pelindo-lindo maririo nanacanringngo'o pagbanua,” (Anda diharuskan memiliki sifat yang berharkat dan bermartabat agar dicintai oleh rakyat). 

Bekal pengalamannya yang panjang di lingkungan birokrasi dan kemudian terjun ke ranah politik, memberi warna lengkap pada perjalanan kariernya di Pemerintahan Daerah. Karenanya, kehadiran buku “Drs. H. Andi Ali Baal Masdar, M.Si., SANG PIONIR dari Tanah Malaqbi,” ini menjadi rekaman panjang perjuangan seorang ABM dalam meraih puncak kariernya hingga memenangi kontestasi Pilkada Gubernur Sulawesi Barat 2017 secara elegan dan demokratis. Diharapkan, buku ini dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi generasi penerus. Selain itu, model kepemimpinannya (leadership style) yang khas berbingkai nilai-nilai luhur, mulia, rendah hati, yang merupakan keutamaan dalam sifatsifat berharkat dan bermartabat (malaqbi), selalu mencerminkan khas Budaya Mandar. Selain itu, dia mau bersusah-payah turun dari singgasana kekuasaannya guna mendengar suara rakyat, dipandu spirit hidupnya yang pantang menyerah, tampil kreatif dan inovatif, menjadi nilai-nilai pembelajaran yang perlu disosialisasikan kepada publik, khususnya warga masyarakat di Tanah Mandar Provinsi Sulawesi Barat, maupun di daerah lainnya di seluruh Indonesia. 

Terima kasih. 

Sarbinnor Karim, dkk

Jumat, 27 September 2024

ARY IFTIKHAR SHIHAB || Jadilah Perekat dan Pemantik Pemajuan Kebudayaan


Sebuah Pelontar dari Muhammad Munir.

KAMIS, 26 September 2024 kemarin, sebuah peristiwa sejarah tercipta yang ikut mengguratkan takdir seorang Ary Iftikhar Shihab, atau yang akrab disapa dengan Koje. Ia menjadi salah satu diantara 45 Anggota DPRD Sulbar yang dilantik di Aula Gedung Baru DPRD Sulbar untuk periode 2024-2029. Koje menjadi salah satu yang tersorot tulisan ini karena perjalanannya menuju parlemen Sulbar juga menantang. Jika bukan karena nawaitu untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, tentu namanya hanya akan tertulis ditumpukan arsip surat suara Pemilu 2019.

Detak detik waktu berderai rupanya mengukuhkan niat yang kuat itu hingga salah satu pin emas DPRD Sulbar itu tersematkan. Maka jadilah sosok muda pemilik pam Shihab dibelakang namanya ini sebagai wakil rakyat yang dirintisnya sejak 2019 lalu, dan terpilih pada Pemilu 2024 melalui partai Nasdem Dapil Sulbar II (Polman 1). PAM Shibab mungkin tak terlalu familiar di Mandar, tapi Koje lahir dari pertalian marga Al-Attas yang tak lain adalah pam yang cukup disegani dan berjasa besar di Mandar.

Koje lahir dari rahim seorang mulia Syarifah Aisah Mengga dari pernikahannya dengan Prof. Dr. KH. Umar Shihab. Aisah Mengga adalah putri S. Mengga yang tak lain adalah saudara kandung dari Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga dan Ir. H. Aladin S. Mengga. Sementara Prof. KH. Umar Shihab yang pernah menjabat Ketua MUI Pusat dan Ketua MDI Sulsel ini adalah saudara kandung dari Prof. Dr. AGH. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A., mantan Menteri Agama RI dan Prof. Dr. H. Alwi Abdurrahman Shihab yang juga tercatat pernah menjadi Menko Kesra dan Menteri Luar Negeri Indonesia. Dari rumpun ini tercatat juga sosok Najwa Shihab, putri Quraish Shihab yang jika ditautkan nashabnya adalah sepupu satu kali dari Ary Iftikhar Shihab.

Baik Al-Attas maupun As-Shibab, keduanya memiliki nashab dan sanad keilmuan yang cukup dekat dengan Mandar. Sebagaimana Al-Attas, Marga "Shihab" juga memiliki akar dari dunia Arab, khususnya dari Hadramaut, Yaman. Banyak orang dari Hadramaut, yang dikenal sebagai Hadhrami, melakukan migrasi besar-besaran ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sejak abad ke-18 dan 19. Migrasi ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk ekonomi, politik, dan perubahan iklim. Mereka berasimilasi dengan masyarakat setempat dan sering kali menikahi penduduk lokal, sehingga menghasilkan komunitas Hadhrami-Indonesia yang cukup besar.

Marga Shihab termasuk dalam kelompok kaum Sayyid, yaitu mereka yang dipercaya sebagai keturunan langsung dari Nabi Muhammad melalui cucunya, Hasan dan Husain. Karena status ini, keluarga Shihab sangat dihormati dalam masyarakat Islam sebagai pemimpin agama, ulama, atau intelektual. Nama "Shihab" dalam bahasa Arab berarti "meteor" atau "bintang yang menyala", yang secara simbolis sering dihubungkan dengan kemuliaan.

Beberapa anggota marga Shihab di Indonesia dikenal sebagai tokoh agama dan intelektual yang berpengaruh. Salah satu keluarga Shihab yang terkenal di Indonesia adalah keluarga dari Quraish Shihab, seorang cendekiawan Muslim, ulama, dan mantan Menteri Agama Indonesia. Keluarga ini dikenal dengan kontribusi mereka dalam bidang keilmuan Islam, pendidikan, dan politik.

Quraish Shihab dan keluarganya, seperti putrinya Najwa Shihab, juga telah memainkan peran penting dalam memperkenalkan diskursus modern tentang Islam dan sosial-politik di Indonesia. Hal ini menunjukkan bagaimana marga Shihab tidak hanya aktif dalam dunia keagamaan, tetapi juga dalam bidang-bidang lain seperti media dan pendidikan.

Secara umum, komunitas Hadhrami di Indonesia, termasuk mereka yang bermarga Shihab, telah memberikan pengaruh besar dalam pembentukan Islam di Nusantara dan memainkan peran signifikan dalam kehidupan sosial, budaya, dan politik di Indonesia sejak era kolonial hingga saat ini.

Keberadaan Ary Iftikhar sebagai salah satu Anggota DPRD Sulbar, memang cukup diharapkan menjadi pemantik lahir dan berkembangnya gerakan literasi yang tak hanya populer, tapi juga populis. Demikian juga keberadaan seorang Koje bisa menjadi perekat kebudayaan melalui proses pemajuan kebudayaan Mandar. Ini menjadi poin karena Koje memiliki sejumlah kelebihan dalam menautkan hubungan antar suku dan sub suku di wilayah Mandar. Ia adalah cucu dari Bapak Pembangunan HS. Mengga yang jika dirunut ke atas, maka Koje adalah cicit dari para penyebar dan penganjur Islam di Sulawesi Barat.
Intinya adalah semua anggota DPRD Sulbar diharapkan mampu berkonstribusi terhadap kepentingan rakyat, tidak lantas status wakil rakyat itu dijadikan ajang gagah-gagahan. Sebab puncak dari rasa syukur anggota DPRD bukan pada saat ia dilantik, melainkan pada 5 tahun kedepan.

Akhirnya saya ucapkan selamat  berdialektika di dunia parlemen. Dimamika perpolitikan di Sulbar membutuhkan peran kreatifmu sebagai wakil rakyat. Sehat dan Sukses selalu.





Kamis, 26 September 2024

SYAMSUL SAMAD || Pemilik Electability Etic dan Moral Manusia Mandar.


Sebuah Pelontar Dari Muhammad Munir


Pengambilan Sumpah Anggota DPRD Sulbar yang digelar di Gedung Baru DPRD Sulbar, Kamis, 26 September 2024 dipenuhi wajah baru. Tergantinya sebagian Anggota DPRD Sulbar memang ada yang tak diberi amanah oleh rakyat dan ada pula yang memang tak lagi mendaftar jadi Caleg DPRD Sulbar pada Pemilu kemarin.

Diantara Anggota DPRD Sulbar periode lama yang ikut dikukuhkan kemarin adalah Syamsul Samad, politisi Partai Demokrar dari Dapil Sulbar III (Polman 2). Ia kembali terpilih bersama 12 orang anggota DPRD lama sebagai anggota DPRD Sulbar baru periode  2024-2029. Syamsul terbilang mujur meniti karir politiknya. Berawal ketika lolos jadi Anggota DPRD Polman Pemilu 2009-2014, hanya 1 periode ia jalani kemudian naik jenjang ke DPRD Sulbar dan dinyatakan lolos pada Pemilu 2014-2019. Demikian juga Pemilu 2019-2024, ia melenggang kembali ke Parlemen Sulawesi Barat.

Sebagai politisi yang dikenal komitmen dan konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulbar, ia kembali mengantongi kepercayaan masyarakat itu sampai di hari pelantikan kemarin, 26 September 2024. Bagi Syamsul, capaian ini tak membuatnya kesulitan mendapat gempuran dari politisi baru yang ikut berkontestasi dalam Pemilu. Itu terbukti dengan perolehan suaranya sangat signifikan.

Sukses berkarir di dunia politik menjadikan sosok yang lahir di Balanipa, 4 Oktober 1980 ini tentu tak berlebihan jika digadang-gadang sebagai pemimpin masa depan. Potensi yang dimiliki pemilik Rumah Rutih Palippis ini meniliki sejumlah peluang untuk mencapai puncak karir di Senayan pada Pemilu 2029 atau fokus pada Pilkada Polman periode yang akan datang. Pernyataan ini tentu tak perlu dipertanyakan, sebab Syamsul memulai debutnya di dunia pergerakan semasa mahasiswa dulu. Ia adalah mantan Ketua HMI Cabang Polemaju periode (2003-2005) dan Ketua Karateker HMI Cabang Pers Polman pada 2007.

Dalam dunia organisasi pergerakan, Syamsul telah teruji dan matang , demikian juga di dunia politik, ia telah melampaui ukuran rata-rata politisi yang kali ini memasuki periode ketiganya di Parlemen Sulbar. Politisi lain ada yang hanya bertahan satu atau dua periode saja. Boleh jadi ini karena tak mampu menjaga amanah rakyat yang didalamnya Syamsul bukanlah diantaranya.

Saya kira kita sepakat bahwa pembacaan terhadap karakter politik Syamsul saya anggap telah masuk pada tahapan electability etic dan electability moral. Karakter politik inilah yang dimiliki oleh pemimpin tradisional masa kerajaan di Mandar, dan Syamsul berhasil mengarifinya sehingga ia tak mudah dilupakan oleh mayarakat.

Selamat Bertugas kembali sebagai Wakil Rakyat. Semoga senantiasa eksis pada akses yang telah dipercayakan rakyat. Sehat selalu dan panjang umur. 

Rabu, 25 September 2024

ANGGOTA DPRD SULBAR || Dilantik Kamis, 26 September 2024.



Sebanyak 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Sulawesi barat terpilih pada pemilu Februari 2924 akan dilantik. Pelantikan akan dilakukan digendung DPRD Sulbar yang baru di Jln Andi Pattana Endeng, Kamis 26 September 2024.

Adapun Anggota DPRD Provinsi Sulbar terpilih setiap Dapil perolehan masing-masing suara antara lain:

DAPIL SULBAR I || Kabupaten Mamasa:

1. Sabar Budiman SH., MH (PDI Perjuangan); 6.534 dari total 16.296 suara.


2. Elisabeth SE (PAN); 6.789 dari total 13.857 suara


3. H. Sudirman (Golkar); 10.016 dari total 12.121 suara


4. Harun Lullunglangi (Hanura); 4.688 dari total 11.044 suara.


5. Fredy Boy (Nasdem); 6.712 dari total 9.238 suara.


6. Suhadi Kandoa (PKB); 6.661 dari total 8.354 suara.


DAPIL SULBAR II || Kabupaten Polman A:

1. Irfan Pahri Putra S.Ikom (Golkar); 7.960 dari total 28.914 suara


2. Jalaluddin (PKS); 5.395 dari total 21.427 suara


3. H. Ahmad Junaedi S.Ip, M.Ip (PAN); 9.480 dari total suara 18.753 suara


4. Ary Iftikhar Shihab (Nasdem); 5.132 dari total suara 16.823 suara


5.  Rahmat Ichwan Bahtiar (Gerindra); 7.482 dari total 16.098 suara


6. Abdul Halim (PDI Perjuangan); 10.631 dari total 16.001 suara


7. Gusrinaldy Sani Catur Putra Husain SH., MH (Demokrat); 5.121 dari total 9.913 suara


8. Masdar Mahmuddin S.Pd., M.Si (Golkar); 5.993 dari total 28.914 suara.


DAPIL SULBAR IiI || Kabupaten Polman B

1. M. Irbad Kaimuddin S.Pi (PDI Perjuangan); 7.739 dari total 20.317 suara


2. Usman Suhuriah (Golkar); 12.010 dari total 16.518 suara


3. Syamsul Samad S.Ip., M.Si (Demokrat); 11.851 dari total 14.195 suara


4. H. Fadhiliy (PAN); 9.788 dari total 13.915 suara


5. Dra. Jumiaty A. Mahmud (PKB); 4.542 dari total 12.448 suara


6. H. Abdul Rahim S.Ag, MH (Nasdem); 9.356 dari total 11.627 suara


7. Syarifuddin SH (Gerindra); 7.258 dari total 9.921 suara


DAPIL SULBAR IV || Kabupaten Majene:

1. Andi Nurul Fathiyah (Demokrat); 22.400 dari total 24.252 suara


2. H. Haluddin S.Pd., M.Pd (PAN); 5.733 dari total 15.250 suara


3. drg. Hj. Nirwan Katta Mrs. (Gerindra); 5.633 dari total 14.455 suara


4. H. Anthoni (PKB); 7.322 dari total 13.313 suara


5. Dr. H. Mulyadi Bintaha M.Pd (Golkar); 5.893 dari total 12.804 suara


DAPIL SULBAR V || Kabupaten Mamuju:

1. Dr. Hj. Siti Suraidah Suhardi (Demokrat); 19.292 dari total 53.835


2. H. Irwan SP Pababari SH,. MTP (Golkar); 8.968 dari total 33.077 suara


3. Sukri SP (Demokrat); 13.342 dari total 53.835 suara


4. Munandari Wijaya S.Ip., MAP (PAN); 8.104 dari total 17.448 suara


5. Sulfakri Sultan SH (Gerindra); 3.515 dari total 13.975


6. Yudiaman Firusdi SH (Nasdem); 9.508 dari total 11.855 suara


7. M. Khalil Qibran SH (Golkar); 8.261 dari total 33.077 suara


8. Firman Argo Waskito (Demokrat); 9.346 dari total 53.835 suara


9. Drs. H. Habsi Wahid MM (PDI Perjuangan); 6.451 dari total 10.279 suara


DAPIL SULBAR VI || Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng):

1. Dr. Hj. Amalia Fitri SE., MM (Golkar);  17.882 dari total 36.482 suara


2. Resky Irmayani Mappigau SE (Demokrat); 9.086 dari total 13.294 suara


3. . H. Haeruddin SH (Golkar); 8.346 dari total 36.482 suara


4. Murniati (PPP); 4.385 dari total 11.992 suara


DAPIL SULBAR VII || Kabupaten Pasangkayu:

1. Andi Muhammar Qadafi Abidin SH., M.Kn (Demokrat); 4.004 dari total 14.349 suara


2. Saddam SH,. MH (Golkar); 5.085 dari toral 13.282 suara


3. Andi Muhammad Qusyairy A.Md. Tra (Nasdem); 5.582 dari total 12.466.


4. Arwi (Gerindra); 4.270 dari total 10.677 suara


5. Ir. I Putu Suardana (PDI Perjuangan); 3.221 dari total 9.937


6. Abd. Azis Kulla (Hanura); 4.607 dari total 8.619 suara



Selasa, 24 September 2024

IT CAMP 2024 HMTI Fikom Unasman || Solusi Cerdas Bagi Pemuda Di Era Digitalisasi.


Kamis tanggal 19 September 2024, di Lembah Tottong Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar, telah berlangsung Kegiatan IT CAMP 2024, yang dihadiri oleh Puluhan peserta siswa SMA/SMK sederajat dari berbagai sekolah sekabupaten Polewali Mandar, 

Acara ini di inisiasi oleh Mahasiswa Teknik Informatika Unasaman atau biasa disingkat HMTI Fikom Unasman yang berlangsung selama empat hari dengan konsep belajar di alam, seminar dan worslkshop dengan tema "Peran Gen Z Dalam perkembangan Teknologi Era 5.0

Mahasiswa Polewali Mandar  semakin dituntut untuk memiliki keterampilan digital yang mumpuni, Menyadari pentingnya hal ini, IT Camp 2024 hadir sebagai solusi untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu bersaing di dunia yang semakin berbasis teknologi, yang diselenggarakan HMTI FIKOM UNASMAN.

Kegiatan IT Camp ini dilaksanakan secara Outdoor di salah satu objek wisata di Kabupaten Polewali Mandar, Kegiatan ini berhasil menarik perhatian peserta dari berbagai sekolah SMA/SMK sederajat dan mahasiswa Universitas Al Asy'ariah Mandar, serta IT Camp hadir sebagai solusi untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu bersaing di dunia yang semakin berbasis teknologi. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan membekali generasi muda dengan keterampilan teknologi informasi yang relevan dengan perkembangan teknologi era 5.0. yang terdiri dari berbagai sesi yang meliputi workshop, seminar, dan kompetisi lainya dibidan digitalisasi


Kegiatan ini juga membangun konsep ramah lingkungan dimana peserta membatasi penggunaan sampah plastik pada kegiatan ini, sehingga kegiatan menimbulkan kesan peduli terhadap lingkungan dan juga pentingnya menjaga kebersihan disekitar dan lingkungan khususnya generasi muda.

Selain kegiatan yang menarik, panitia juga mengahadirkan narasumber yang mempuni dibidannya diantaranya beberapa pembicara ahli, atau narasumber, Seperti Dosen, Akademisi sampai pejabat publik, dimana salah satunya dihadiri oleh Bapak Dr. Aco Musaddad selaku Kadis Kominfo Kabupaten Polewali Mandar, yang sangat antusias terhapad kegiatan ini.

Beliau juga sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dilakukan dengan mandiri tanpa menggunakan bantuan dari pemerintah, beliau berharap  Organisasi HMTI Fikom Unasman bekerja sama untuk berkolaborasi dengan pemerintah dengan konsep Literasi yang menyatukan konsep nilai estetika dan digitalisasi, serta mampu menjawab peluang dan tantangan di era digitalisasi.

IT CAMP 2024 ini juga memberikan ruang kepada peserta dari berbagai sekolah untuk dapat bertukar pikiran dalam menghadapi Teknologi era 5.0, melalui aktivitas tim mereka belajar pentingnya kerja sama dalam menciptakan solusi yang bermanfaat.

Kemudian pemuda tidak hanya lagi menjadi konsumen teknologi, tetapi juga menjadi pelaku utama yang aktif dalam menciptakan inovasi dan peluang bisnis yang berkelanjutan, serta mendorong kesadaran nilai dalam menggunakan teknologi dengan bijak dan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungan disekitarnya.

Dari kegiatan ini, banyak peserta menunjukkan minat yang tinggi untuk belajar lebih lanjut tentang cara mengembangkan ide bisnis dalam dunia digitalisi serta dapat melahirkan wirausaha muda yang siap mengatasi tantangan masa depan dan berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manausia yang mempuni melalui kegiatan ini.

Salah satu sesi dalam kegiatan ini yaitu  diskusi dengan pembicara inspiratif, serta tanya jawab yang diberikan kepada  peserta, untuk berdiskusi atau tanya kepada narasumber untuk mendapat saran langsung dari para narasumber.

Semoga kegaiatan IT Camp 2024 ini, menjadi agenda model baru dari kegiatan-kegiatan menyatukan nilai keidahan dan moderenisasi, khususnya di era digitalisasi yang berdampak pada manfaat disekitarnya terutama mendorong perekonomian disekitar dan eksplor wisata secara tidak lanngung juga dapat berlanjut, serta memberikan manfaat di masa depan khususnya generasi muda.