Minggu, 29 September 2024
(011) SEJARAH BENTENG KAJUMANGIBANG || Benteng Pertahanan Terakhir di Mandar Tahun 1907-1908
(010) ALI BAAL MASDAR || Sang Pionir Dari Tanah To Malaqbi
Jumat, 27 September 2024
ARY IFTIKHAR SHIHAB || Jadilah Perekat dan Pemantik Pemajuan Kebudayaan
Sebuah Pelontar dari Muhammad Munir.
KAMIS, 26 September 2024 kemarin, sebuah peristiwa sejarah tercipta yang ikut mengguratkan takdir seorang Ary Iftikhar Shihab, atau yang akrab disapa dengan Koje. Ia menjadi salah satu diantara 45 Anggota DPRD Sulbar yang dilantik di Aula Gedung Baru DPRD Sulbar untuk periode 2024-2029. Koje menjadi salah satu yang tersorot tulisan ini karena perjalanannya menuju parlemen Sulbar juga menantang. Jika bukan karena nawaitu untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, tentu namanya hanya akan tertulis ditumpukan arsip surat suara Pemilu 2019.
Detak detik waktu berderai rupanya mengukuhkan niat yang kuat itu hingga salah satu pin emas DPRD Sulbar itu tersematkan. Maka jadilah sosok muda pemilik pam Shihab dibelakang namanya ini sebagai wakil rakyat yang dirintisnya sejak 2019 lalu, dan terpilih pada Pemilu 2024 melalui partai Nasdem Dapil Sulbar II (Polman 1). PAM Shibab mungkin tak terlalu familiar di Mandar, tapi Koje lahir dari pertalian marga Al-Attas yang tak lain adalah pam yang cukup disegani dan berjasa besar di Mandar.
Koje lahir dari rahim seorang mulia Syarifah Aisah Mengga dari pernikahannya dengan Prof. Dr. KH. Umar Shihab. Aisah Mengga adalah putri S. Mengga yang tak lain adalah saudara kandung dari Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga dan Ir. H. Aladin S. Mengga. Sementara Prof. KH. Umar Shihab yang pernah menjabat Ketua MUI Pusat dan Ketua MDI Sulsel ini adalah saudara kandung dari Prof. Dr. AGH. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A., mantan Menteri Agama RI dan Prof. Dr. H. Alwi Abdurrahman Shihab yang juga tercatat pernah menjadi Menko Kesra dan Menteri Luar Negeri Indonesia. Dari rumpun ini tercatat juga sosok Najwa Shihab, putri Quraish Shihab yang jika ditautkan nashabnya adalah sepupu satu kali dari Ary Iftikhar Shihab.
Baik Al-Attas maupun As-Shibab, keduanya memiliki nashab dan sanad keilmuan yang cukup dekat dengan Mandar. Sebagaimana Al-Attas, Marga "Shihab" juga memiliki akar dari dunia Arab, khususnya dari Hadramaut, Yaman. Banyak orang dari Hadramaut, yang dikenal sebagai Hadhrami, melakukan migrasi besar-besaran ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sejak abad ke-18 dan 19. Migrasi ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk ekonomi, politik, dan perubahan iklim. Mereka berasimilasi dengan masyarakat setempat dan sering kali menikahi penduduk lokal, sehingga menghasilkan komunitas Hadhrami-Indonesia yang cukup besar.
Marga Shihab termasuk dalam kelompok kaum Sayyid, yaitu mereka yang dipercaya sebagai keturunan langsung dari Nabi Muhammad melalui cucunya, Hasan dan Husain. Karena status ini, keluarga Shihab sangat dihormati dalam masyarakat Islam sebagai pemimpin agama, ulama, atau intelektual. Nama "Shihab" dalam bahasa Arab berarti "meteor" atau "bintang yang menyala", yang secara simbolis sering dihubungkan dengan kemuliaan.
Beberapa anggota marga Shihab di Indonesia dikenal sebagai tokoh agama dan intelektual yang berpengaruh. Salah satu keluarga Shihab yang terkenal di Indonesia adalah keluarga dari Quraish Shihab, seorang cendekiawan Muslim, ulama, dan mantan Menteri Agama Indonesia. Keluarga ini dikenal dengan kontribusi mereka dalam bidang keilmuan Islam, pendidikan, dan politik.
Quraish Shihab dan keluarganya, seperti putrinya Najwa Shihab, juga telah memainkan peran penting dalam memperkenalkan diskursus modern tentang Islam dan sosial-politik di Indonesia. Hal ini menunjukkan bagaimana marga Shihab tidak hanya aktif dalam dunia keagamaan, tetapi juga dalam bidang-bidang lain seperti media dan pendidikan.
Secara umum, komunitas Hadhrami di Indonesia, termasuk mereka yang bermarga Shihab, telah memberikan pengaruh besar dalam pembentukan Islam di Nusantara dan memainkan peran signifikan dalam kehidupan sosial, budaya, dan politik di Indonesia sejak era kolonial hingga saat ini.
Keberadaan Ary Iftikhar sebagai salah satu Anggota DPRD Sulbar, memang cukup diharapkan menjadi pemantik lahir dan berkembangnya gerakan literasi yang tak hanya populer, tapi juga populis. Demikian juga keberadaan seorang Koje bisa menjadi perekat kebudayaan melalui proses pemajuan kebudayaan Mandar. Ini menjadi poin karena Koje memiliki sejumlah kelebihan dalam menautkan hubungan antar suku dan sub suku di wilayah Mandar. Ia adalah cucu dari Bapak Pembangunan HS. Mengga yang jika dirunut ke atas, maka Koje adalah cicit dari para penyebar dan penganjur Islam di Sulawesi Barat.
Intinya adalah semua anggota DPRD Sulbar diharapkan mampu berkonstribusi terhadap kepentingan rakyat, tidak lantas status wakil rakyat itu dijadikan ajang gagah-gagahan. Sebab puncak dari rasa syukur anggota DPRD bukan pada saat ia dilantik, melainkan pada 5 tahun kedepan.
Akhirnya saya ucapkan selamat berdialektika di dunia parlemen. Dimamika perpolitikan di Sulbar membutuhkan peran kreatifmu sebagai wakil rakyat. Sehat dan Sukses selalu.
Kamis, 26 September 2024
SYAMSUL SAMAD || Pemilik Electability Etic dan Moral Manusia Mandar.
Sebuah Pelontar Dari Muhammad Munir
Pengambilan Sumpah Anggota DPRD Sulbar yang digelar di Gedung Baru DPRD Sulbar, Kamis, 26 September 2024 dipenuhi wajah baru. Tergantinya sebagian Anggota DPRD Sulbar memang ada yang tak diberi amanah oleh rakyat dan ada pula yang memang tak lagi mendaftar jadi Caleg DPRD Sulbar pada Pemilu kemarin.
Diantara Anggota DPRD Sulbar periode lama yang ikut dikukuhkan kemarin adalah Syamsul Samad, politisi Partai Demokrar dari Dapil Sulbar III (Polman 2). Ia kembali terpilih bersama 12 orang anggota DPRD lama sebagai anggota DPRD Sulbar baru periode 2024-2029. Syamsul terbilang mujur meniti karir politiknya. Berawal ketika lolos jadi Anggota DPRD Polman Pemilu 2009-2014, hanya 1 periode ia jalani kemudian naik jenjang ke DPRD Sulbar dan dinyatakan lolos pada Pemilu 2014-2019. Demikian juga Pemilu 2019-2024, ia melenggang kembali ke Parlemen Sulawesi Barat.
Sebagai politisi yang dikenal komitmen dan konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulbar, ia kembali mengantongi kepercayaan masyarakat itu sampai di hari pelantikan kemarin, 26 September 2024. Bagi Syamsul, capaian ini tak membuatnya kesulitan mendapat gempuran dari politisi baru yang ikut berkontestasi dalam Pemilu. Itu terbukti dengan perolehan suaranya sangat signifikan.
Sukses berkarir di dunia politik menjadikan sosok yang lahir di Balanipa, 4 Oktober 1980 ini tentu tak berlebihan jika digadang-gadang sebagai pemimpin masa depan. Potensi yang dimiliki pemilik Rumah Rutih Palippis ini meniliki sejumlah peluang untuk mencapai puncak karir di Senayan pada Pemilu 2029 atau fokus pada Pilkada Polman periode yang akan datang. Pernyataan ini tentu tak perlu dipertanyakan, sebab Syamsul memulai debutnya di dunia pergerakan semasa mahasiswa dulu. Ia adalah mantan Ketua HMI Cabang Polemaju periode (2003-2005) dan Ketua Karateker HMI Cabang Pers Polman pada 2007.
Dalam dunia organisasi pergerakan, Syamsul telah teruji dan matang , demikian juga di dunia politik, ia telah melampaui ukuran rata-rata politisi yang kali ini memasuki periode ketiganya di Parlemen Sulbar. Politisi lain ada yang hanya bertahan satu atau dua periode saja. Boleh jadi ini karena tak mampu menjaga amanah rakyat yang didalamnya Syamsul bukanlah diantaranya.
Saya kira kita sepakat bahwa pembacaan terhadap karakter politik Syamsul saya anggap telah masuk pada tahapan electability etic dan electability moral. Karakter politik inilah yang dimiliki oleh pemimpin tradisional masa kerajaan di Mandar, dan Syamsul berhasil mengarifinya sehingga ia tak mudah dilupakan oleh mayarakat.
Selamat Bertugas kembali sebagai Wakil Rakyat. Semoga senantiasa eksis pada akses yang telah dipercayakan rakyat. Sehat selalu dan panjang umur.
Rabu, 25 September 2024
ANGGOTA DPRD SULBAR || Dilantik Kamis, 26 September 2024.
Sebanyak 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Sulawesi barat terpilih pada pemilu Februari 2924 akan dilantik. Pelantikan akan dilakukan digendung DPRD Sulbar yang baru di Jln Andi Pattana Endeng, Kamis 26 September 2024.
Adapun Anggota DPRD Provinsi Sulbar terpilih setiap Dapil perolehan masing-masing suara antara lain:
DAPIL SULBAR I || Kabupaten Mamasa:
1. Sabar Budiman SH., MH (PDI Perjuangan); 6.534 dari total 16.296 suara.
2. Elisabeth SE (PAN); 6.789 dari total 13.857 suara
3. H. Sudirman (Golkar); 10.016 dari total 12.121 suara
4. Harun Lullunglangi (Hanura); 4.688 dari total 11.044 suara.
5. Fredy Boy (Nasdem); 6.712 dari total 9.238 suara.
6. Suhadi Kandoa (PKB); 6.661 dari total 8.354 suara.
DAPIL SULBAR II || Kabupaten Polman A:
1. Irfan Pahri Putra S.Ikom (Golkar); 7.960 dari total 28.914 suara
2. Jalaluddin (PKS); 5.395 dari total 21.427 suara
3. H. Ahmad Junaedi S.Ip, M.Ip (PAN); 9.480 dari total suara 18.753 suara
4. Ary Iftikhar Shihab (Nasdem); 5.132 dari total suara 16.823 suara
5. Rahmat Ichwan Bahtiar (Gerindra); 7.482 dari total 16.098 suara
6. Abdul Halim (PDI Perjuangan); 10.631 dari total 16.001 suara
7. Gusrinaldy Sani Catur Putra Husain SH., MH (Demokrat); 5.121 dari total 9.913 suara
8. Masdar Mahmuddin S.Pd., M.Si (Golkar); 5.993 dari total 28.914 suara.
DAPIL SULBAR IiI || Kabupaten Polman B
1. M. Irbad Kaimuddin S.Pi (PDI Perjuangan); 7.739 dari total 20.317 suara
2. Usman Suhuriah (Golkar); 12.010 dari total 16.518 suara
3. Syamsul Samad S.Ip., M.Si (Demokrat); 11.851 dari total 14.195 suara
4. H. Fadhiliy (PAN); 9.788 dari total 13.915 suara
5. Dra. Jumiaty A. Mahmud (PKB); 4.542 dari total 12.448 suara
6. H. Abdul Rahim S.Ag, MH (Nasdem); 9.356 dari total 11.627 suara
7. Syarifuddin SH (Gerindra); 7.258 dari total 9.921 suara
DAPIL SULBAR IV || Kabupaten Majene:
1. Andi Nurul Fathiyah (Demokrat); 22.400 dari total 24.252 suara
2. H. Haluddin S.Pd., M.Pd (PAN); 5.733 dari total 15.250 suara
3. drg. Hj. Nirwan Katta Mrs. (Gerindra); 5.633 dari total 14.455 suara
4. H. Anthoni (PKB); 7.322 dari total 13.313 suara
5. Dr. H. Mulyadi Bintaha M.Pd (Golkar); 5.893 dari total 12.804 suara
DAPIL SULBAR V || Kabupaten Mamuju:
1. Dr. Hj. Siti Suraidah Suhardi (Demokrat); 19.292 dari total 53.835
2. H. Irwan SP Pababari SH,. MTP (Golkar); 8.968 dari total 33.077 suara
3. Sukri SP (Demokrat); 13.342 dari total 53.835 suara
4. Munandari Wijaya S.Ip., MAP (PAN); 8.104 dari total 17.448 suara
5. Sulfakri Sultan SH (Gerindra); 3.515 dari total 13.975
6. Yudiaman Firusdi SH (Nasdem); 9.508 dari total 11.855 suara
7. M. Khalil Qibran SH (Golkar); 8.261 dari total 33.077 suara
8. Firman Argo Waskito (Demokrat); 9.346 dari total 53.835 suara
9. Drs. H. Habsi Wahid MM (PDI Perjuangan); 6.451 dari total 10.279 suara
DAPIL SULBAR VI || Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng):
1. Dr. Hj. Amalia Fitri SE., MM (Golkar); 17.882 dari total 36.482 suara
2. Resky Irmayani Mappigau SE (Demokrat); 9.086 dari total 13.294 suara
3. . H. Haeruddin SH (Golkar); 8.346 dari total 36.482 suara
4. Murniati (PPP); 4.385 dari total 11.992 suara
DAPIL SULBAR VII || Kabupaten Pasangkayu:
1. Andi Muhammar Qadafi Abidin SH., M.Kn (Demokrat); 4.004 dari total 14.349 suara
2. Saddam SH,. MH (Golkar); 5.085 dari toral 13.282 suara
3. Andi Muhammad Qusyairy A.Md. Tra (Nasdem); 5.582 dari total 12.466.
4. Arwi (Gerindra); 4.270 dari total 10.677 suara
5. Ir. I Putu Suardana (PDI Perjuangan); 3.221 dari total 9.937
6. Abd. Azis Kulla (Hanura); 4.607 dari total 8.619 suara
Selasa, 24 September 2024
IT CAMP 2024 HMTI Fikom Unasman || Solusi Cerdas Bagi Pemuda Di Era Digitalisasi.
Jumat, 20 September 2024
(009) Drs. H. ANWAR ADNAN SALEH || Meniti Pengabdian Merintis Kemandirian
(008) BIOGRAFI Hj. ROSMIANI ACHMAD || Kiprah Gender Perempuan Mandar
(007) HUSNI DJAMALUDDIN YANG SAYA KENAL || Catatan Dari Teman-Teman
(006) DINAMIKA POLITIK PEMBENTUKAN PROVINSI SULAWESI BARAT
(005) PUANG & DAENG || Sistem Nilai Budaya Orang Balanipa-Mandar
(004) DI BELANDA TAK SEORANG PUN MEMPERCAYAI SAYA || Maarten Hidskes
(003) SEJARAH PERJUANGAN PEMBENTUKAN PROVINSI SULAWESI BARAT || Prof. Dr. Idham, M. Pd. dan Dr. Saprillah, M.Si.
Kamis, 19 September 2024
(002) NELAYAN PULAU KARAMPUANG DI KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT
Rabu, 18 September 2024
TAK CUKUP BACA QURAN, TAPI HARUS NGAJI
Selasa, 17 September 2024
SEJUMLAH MAHASISWI KECEWA TERHADAP PEMDA POLMAN ||Pembangunan Asrama Putri Polman di Jogja Terbengkalai
Senin, 02 September 2024
PIP-KIP RATIH || Itu Diperjuangkan, Bukan Bonus Wakil Rakyat
Catatan Muhammad Munir
Ratih Megasari Singkarru yang lolos sebagai wakil rakyat di Senayan pada Pemilu 2019-2024 dan kembali melenggang dengan aman pada Pemilu 2024 kemarin. Terpilihnya Ratih adalah representasi dari harapan masyarakat dari dapil Sulbar. Hal menarik dari sosok putri H. Hendra Singkarru ini adalah program yang digiring ke Sulbar, yakni PIP-KIP yang pada periode pertamanya berhasil meloloskan sekitar 1 Triliun untuk dinikmati langsung oleh masyarakat.
Jangan bilang program ini sudah menjadi kewajiban Ratih sebagai wakil rakyat, sebab dari dapil ini bukan hanya Ratih yang ada di Senayan. Pertanyaannya apakah program beasiswa itu akan tetap ada andai tidak ada Ratih di Senayan?. Program ini butuh nyali dan upaya maksimal untuk bisa dinikmati oleh masyarakat Sulbar. Upaya Ratih ini yang harus diapresiasi, bahwa keberaniannya menggalang program ini tentu tidak mudah dan bukan hanya dengan modal sebagai anggota DPR saja.
Program yang dikawal oleh Ratih ini memiliki pengaruh besar terhadap penerima manfaat, sehingga kembali mengantarkannya ke Senayan, termasuk adiknya, Andri Prayoga Singkarru kecipratan dan bertahan di Gedung DPD RI untuk periode keduanya sebagai Senator. Bahkan Pemilu kemarin tercipta Ratih efek yang memposisikan Nasdem menjadi partai pemenang kedua di Polman.
Ratusan ribu orang di Sulbar tentu bukan angka yang sedikit. Dan harapan kita dari program ini, masyarakat tak perlu takut anaknya tidak lanjut pendidikannya. Semua mempunyai kesempatan yang sama memperoleh pendidikan yang layak sebagaimana kesempatan yang dinikmati oleh anak pejabat. Mereka yang menerima tentu berusaha untuk bisa membalas jasa Ratih dalam bentuk suara dalam pemilu. Itu faktanya.
Tiba di tahun kelima, Ratih mulai digoyang, disorot oleh mata tajam lawan-lawan politiknya. Terlebih bertepatan dengan momentum Pilkada Bupati dan Gubernur Sulbar. Ratih seketika dianggap sebagai momok yang menakutkan dan bisa mengancam popularitas dan elektabilitasnya di Pilkada. Ratih tak boleh dibiarkan terus melakukan blusukan ke semua-sekolah dan kampus-kampus di Sulbar. Tapi faktanya, Ratih disambut oleh semua lembaga pendidikan dengan sangat hormat. Kehadirannya bahkan lebih ditunggu oleh rakyat dibanding dengan artis-artis yang dibayar oleh kandidat.
Goyangan terhadap Ratih semakin diperkuat ketika Dirga AP Singkarru resmi mendaftar sebagai Calon Bupati dengan menggandeng Iskandar Muda sebagai wakilnya. Pasangan ini tentu saja menjadi pusat perhatian para politisi mengingat dua sosok ini tak memiliki beban masa lalu di pemerintahan. Dirga dan Iskandar Muda justru dihadang oleh beban masa depan Polman. Ragukah pasangan ini bertarung dengan para pembesar dan orang-orang besar yang kini menjadi rivalnya? Bukan putra Singkarru jika keraguan itu ada, bukan putra Barlop jika Iskandar harus takut.
Singkarru kini menjelma menjadi klan baru dan bertumbuh dengan pesat. Nasdem Sulbar kini ditangan Dirga A.P. Singkarru, kedua adiknya Ratih dan Andri masih dihitung sebagai politisi yang pro rakyat. Ayahnya, H. Hendra S. Singkarru adalah pengusaha kaya, politisi dan mantan Anggota DPR RI yang disegani baik kawan maupun lawan lawan. Wajar saja bahwa kehadiran Dirga-Iskandar membuat lawannya ketar-ketir dan melakukan upaya yang tak lagi bertimbang rasionalitas. "Family Singkarru tak berhak menjadi pemimpin", itu kata mereka sebagian.
Tapi adakah efek goyangan itu sampai merontokkan pagar dan gedung Hotel Ratih? Adakah Rumah Aspirasi seketika rubuh? Apakah konstituen meninggalkannya? Apakah ibu-ibu pengajian Ratih Al-Kafah berhenti bertaklim dan berdzikir? Ampuhkah mantra-matra berupa rilis tulisan lawan itu menembus doa pelajar yang menuntut ilmu itu?. Saya yakin tidak, sebab para pencari ilmu itu dilindungi oleh sayap-sayap malaikat, tentu saja yang memfasilitasi pendidikannya juga akan ikut menerima alla'birang doa yang akan ma'appu' setiap langkah dan pergerakan politik dari Family Singkarru ini.
SDK-JSM || Assitalliang di Palippis
PROGRAM ANGGOTA DPR RI DISOROT || Efek Pilkada Serentak
Minggu, 01 September 2024
MENGENAL HOESSAIN PUANG LIMBORO
CUKUPKAH PEMIMPIN HANYA MODAL AGAMAWAN ?
Penulis : Chairul
