Rabu, 26 Februari 2025

BUKAN BUKU PROYEK || Berikut Informasi Pembelian Buku


BUKU berjudul Jalan Panjang, Jejak Kemenangan SDK-JSM yang ditulis oleh Muhammad Munir ini bukanlah buku proyek yang didanai langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih, Suhardi Duka dan Salim S. Mengga. Buku ini murni inisiatif penulis yang didukung oleh beberapa orang dari politisi dari Tim Koalisi Partai SDK-JSM. 

Diantara yang membantu dan menjadi inisiator penulisan buku ini adalah Sukri Umar, SP, Sitti Suraidah Suhardi, Syamsul Samad, Ary Iftikhar Shihab. Mereka ini yang terus mengsupport penulis dalam menyelesaikan buku ini. Partisipasi lain juga datang dari Dirga Adhi Putra Singkarru, Febrianto dan lainnya. 

Buku ini dicetak dalam jumlah terbatas untuk tim pemanangan dan kontributor buku ini. Selebihnya akan dikomersilkan bersama penulis dan penerbit buku. 
Jadi jika ada kawan kawan yang membutuhkan atau berminat bukunya akan kami salurkan lewat inisiator dalam hal ini Sukri Umar, Syamsul Samad dan Ary Iftikhar Koje.   

Sebagai penulis dan penerbit, tidak punya kewenangan untuk membagikannya secara gratis. Penulis dan Penerbit hanya melayani pembelian buku dari semua pihak yang membutuhkan. 

Pembelian satuan maupun banyak harganya sama, yakni : Rp. 110.000 (Seratus Sepuluh Ribu Rupiah)

Spesifikasi Buku: 
Judul : Jalan Panjang Jejak Kemenangan SDK-JSM
ISBN  : 978-634-7012-82-1
Penerbit : PT. Media Penerbit Indonesia, Medan 
Tahun : 2025
Ukuran 12 x 24 cm
Isi Bookpaper 57gr/Hvs 75gr (BW)
Cover Ivory 230 gr (Doff/Glossy)
Binding Softcover 
Warpping Plastik (Shrink)
Jumlah halaman (400 + i - xxxi

Gambar buku: 

ISBN : 


Sertifikat Penulis : 


Pembelian buku menggunakan Nomor Rekening Bank BRI 503501016399536 an. (Hernawati)

Setiap pesanan harus mengompirmasi lewat bukti transfer pesanannya lewat Nomor WA : 0815 2498 4566 


PROMO RAMADHAN : 
Harga Rp. 150.000,- (buku dan baju). 


Jumat, 21 Februari 2025

BUKU || MERAWAT RASA HUMOR di situasi yang tidak lucu

Tabe, 
Hadir lagi satu khazanah buku yang dilahirkan oleh seorang pecinta perkutut dari Kandeapi. "MERAWAT RASA HUMOR di situasi yang tidak lucu", itulah judul bukunya yang akan dilaunching. Rabu, 26 feb 2025, pukul : 20.30 WITA, Rumah Putih Cafe di Tinambung akan jadi ruang bersama membina silaturrahim & energi kreatif, mensyukuri serta membincang hasil kumpulan karya esai tersebut.
Salam

Bagi teman² yang ingin memesan buku tersebut, silahkan 
hubungi WA - 082 330 337 107

RETRET || Tradisi Baru Dalam Pemerintahan Prabowo.

By Muhammad Munir

Hari ini, Gubernur Sulawesi Barat bersama dengan gubernur, bupati dan walikota yang kemarin dilantik di Istana  akan memgikuri agenda retret kepala daerah sebagaimama dijadwalkan berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, 21-28 Februari 2025. Tidak hanya untuk menguatkan koordinasi kepada pemerintah pusat, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi momen untuk menyerap aspirasi daerah sehingga pemerintahan tidak sentralistik.Jumlah kepala daerah yang bakal melaksanakan retret mencapai 505, mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota. Mereka berasal dari daerah yang tidak memiliki sengketa di Mahkamah Konstitusi atau perkaranya tidak berlanjut berdasarkan putusan dismissal.

RETRET adalah sebuah tradisi baru dalam pemerintahan Prabowo Subianto. Ini menjadi sebuah ritual khalwat mengundurkan diri dari dunia ramai untuk mencari ketenangan batin, lihat KBBI. Dalam Cambridge Dictionary, secara harfiah berarti menjauh dari suatu tempat atau seseorang untuk melarikan diri dari pertempuran atau bahaya. 
Kamus Merriam Webster menyebutnya sebagai tindakan menarik diri dari situasi yang dianggap sulit. 

Secara umum, istilah "retret" sering digunakan dalam konteks keagamaan Kristen. Tapi alam konteks pemerintahan, retret memiliki makna berbeda. Kegiatan ini bertujuan memberikan orientasi, pembekalan, dan pelatihan bagi kepala daerah agar lebih siap menjalankan tugasnya setelah dilantik.

Retret ini akan dibagi menjadi dua gelombang, dengan gelombang pertama diikuti oleh kepala daerah yang dilantik kemarin, termasuk Gubernur Sulbar dan 6 Bupati lainnya di Sulbar. Gelombang kedua akan menyusul setelah putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pilkada.

Pemerintah menggelar retret selama sepekan bagi kepala daerah terpilih. Kegiatan retret ini digelar di Akademi Militer Magelang, mulai 21-28 Februari 2025. 

Selama sepekan kegiatan itu, seluruh kepala daerah akan mendapat sejumlah materi sebagai pembekalan sebelum menjalankan pemerintahan.
Kementerian dalam Negeri menyebut keberlangsungan kegiatan ini akan disokong oleh anggaran dari APBN sebesar Rp. 13,2 Miliar. 

Semoga helatan retret ini berbanding lurus dengan kinerja para Kepala Daerah, sehingga harapan rakyat benar benar tereksekusi dan janji kampanye kemarin bisa tertunaikan. Amin. 

Kamis, 20 Februari 2025

Optimisme Pemerintahan Tina-Yuki Hadapi Tantangan Efisiensi Anggaran



20 Februari 2025 - Pemerintahan Daerah Kabupaten Mamuju telah memasuki era baru. Di tangan Bupati dua periode Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, yang menggandeng politisi Yuki Permana, diharapkan dapat membawa energi baru dalam menahkodai daerah bergelar Manakarra.

Di sudut lain, pesimisme terkadang muncul di tengah realita pengelolaan pemerintahan saat ini yang harus diperhadapkan pada sejumlah tantangan besar, salah satunya menyangkut tentang efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah dan dirasakan menjadi tantangan bagi semua daerah di tanah air.

Menjawab hal tersebut, Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi mengaku tetap optimis terhadap tantangan yang akan dihadapi, sebab kata bupati dua periode ini, kondisi serupa sudah pernah dirasakan di awal kepemimpinannya pada periode pertama yang harus diperhadapkan pada perubahan drastis anggaran sebab harus menyesuaikan dengan pandemi Covid-19 yang saat itu menyebabkan banyak program harus diefesienkan.

"Ini sudah pernah kita alami, jadi saya rasa kita masih optimis kita mampu melakukan adaptasi dan kita akan optimalkan semua potensi yang kita miliki," tandas Sutinah.

Kepercayaan diri bupati yang baru saja dilantik di Istana Negara ini, juga didasarkan pada data statistik bahwa APBD Kabupaten Mamuju masih terbilang paling sehat di Sulawesi Barat sebab tak harus menanggung defisit yang melebihi ambang batas kewajaran. 

"APBD kita terbilang masih paling sehat di Sulbar karena tidak defisit, sehingga kita tentu harus lebih percaya diri menghadapi tantangan kondisi keuangan yang mengalami efisiensi." tegas Sutinah.

Meski demikian, Sutinah juga tak menampik dukungan dan kebersamaan dari semua komponen akan sangat dibutuhkan dalam upaya menghadapi perubahan-perubahan yang terus terjadi sangat cepat saat ini.

"Mari kita tetap semangat dan jangan menyerah sebelum bertanding, karena saya percaya kita pasti mampu!" pungkasnya.
(Dsikominfosandi/AR)

SDK -JSM || Mengubah Tantangan Jadi Peluang


By. Muhammad Munir

Pagi di lembaran ke-20 penanggalan Februari 2025, langit Jakarta tak secerah wajah-wajah kepala kaerah yang akan dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana negara. Dari pelataran Monas menuju Istana Negara, mereka akan dihadapkan pada sebuah agenda besar yang melibatkan kepala daerah terpilih hasil kontestasi Pilkada tahun 2024.

Terkonfirmasi, sebanyak 961 kepala daerah yang terdiri dari 33 gubernur dan wakil gubernur, 363 bupati dan wakil bupati, serta 85 wali kota dan wakil wali kota akan dilantik dalam satu rangkaian prosesi yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Ini menjadi agenda bersejarah dan pertama terjadi di Indonesia. Mereka yang dilantik itu pasti merasakan antusiasme berbeda dari sejarah pelantikan kali ini.  Selama ini tingkatan bupati dan walikota pelantikannya hanya dilakukan oleh Gubernur selaku Perwakilan Pemerintah Pusat. Tapi hari ini gubernur, bupati dan walikota dilantik secara serentak sebagaimana proses pemilihannya yang juga serentak tahun lalu. 

Diantara wajah-wajah para pemimpin itu, terdapat Suhardi Duka dan Salim S. Mengga, pasangan Gubernur dan wakil Gubernur Sulawesi Barat yang telah lama dinanti kehadirannya membawa propinsi ke-33 ini maju dan sejahtera. Ekspektasi dan harapan memang layak dipertaruhkan kepada dua sosok ini. Kendati tantangan pemerintahannya itu tidak mudah, sebab keduanya menjadi muara dari kekeliruan (jika tak bisa disebut kesalahan) dua gubernur sebelumnya. 

Kehadiran SDK dan JSM dihadang berbagai tantangan yang membutuhkan kreatifitas berfikir guna menjadikannya sebagai peluang. Bukan rahasia lagi, Sulbar saat ini memang tidak baik-baik saja. Itu bisa dilihat dari fiskal daerah yang cenderung akut dan sangat bergantung kepada pemerintah pusat. Itu dilihat dari pendapatan asli daerah (PAD) sangat minim. Postur APBD provinsi selama ini, jumlah PADnya memang sangat kecil, membayar belanja pegawai saja tidak cukup.  Apalagi membayar belanja operasional pemerintah daerah. 

Tantangan lain yang juga harus dihadapi oleh SDK-JSM adalah status Sulbar yang sampai saat ini masih menjadi  daerah termiskin di kawasan Sulawesi. Berbanding terbalik dengan Sulteng sebagai provinsi terkaya dengan PDRB perkapita sebesar  81,73 juta/Tahun. Disusul Sulsel sebesar 59,66 Juta/tahun. Sulut sebesar Rp. 54,04 juta/tahun. Sultra sebesar Rp. 52,29 juta/tahun. Gorontalo Rp. 42,45 Juta/tahun. Terakhir, Sulbar sebesar Rp. 35,04 Juta/tahun. 

Termasuk kondisi sosial ekonomi Sulbar yang pertumbuhan ekonominya hanya 2,16 %, sementara tingkat kemiskinan 10,71 %. Indeks pembangunan (IPM) baru 70,46 point (BPS  2024) dan seterusnya. Fakta-fakta akut ini akan membersamai kepemimpinan SDK-JSM kedepan. 

Apakah kemudian fakta fakta itu akan membuat nyali SDK-JSM ciut?. Jawabannya tentu tidak, sebab SDK telah mengalami segudang pengalaman di pemerintahan yang tentu saja akan sangat mendukung untuk mengubah tantangan jadi peluang. Justru penyakit yang di derita Sulbar inilah yang membuat SDK mulai 2017 berjuang untuk menjadi Gubernur Sulawesi Barat meski belum tercapai. Pilkada 2024 menjadi peluang baginya untuk mendiagnosa penyakit yang membuat Sulbar ini meradang. 

Disinilah poinnya. Selama SDK menjadi Bupati dua periode, ia mendapati jumlah penduduk miskin pada tahun 2005 bertengger diangka 15, 96% dan tahun 2015, ia meninggalkan Mamuju dalam kondisi 6,67% angka kemiskinannya. Lalu pada persoalan APBD Sulbar yang tahun ini melorot, SDK justru terbiasa mengelola APBD minim tapi maksimal, sebab ia memiliki jaringan investor yang bisa membuat daerah Mamuju kian maju. 

Artinya bahwa, kepemimpinan SDK selaku Gubernur Sulawesi Barat tentu indikatornya dari sisi pengalaman dalam membangun daerah, pemanfaatan anggaran yang pro rakyat didukung oleh OPD-OPD yang punya komitmen dan berintegritas.  SDK memiliki potensi mengelola daerah dalam level manapun (bupati atau gubernur) termasuk memiliki kemampuan memilih orang yang berkompeten dalam mengelola pemerintahannya. Yang terakhir ini, SDK tidak usah diajari tentang siapa yang akan menjadi mitra kerjanya di pemerintahan.

Akhirnya, mari kita sambut Gubernur dan Wakil Gubernur kita dengan optimisme yang tinggi dan memastikan bahwa kali ini kita tidak salah memilih pemimpin. SDK punya komitmen, JSM memiliki integritas, maka SDK -JSM adalah perpaduan peminpin yang pas untuk Sulbar hari ini. Keduanya adalah representasi dari pemimpin yang mamea gambana, tamma mangaji dan narete pano (versi lain panno) pindang dadzanna. 

Sehat Selalu Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur. 

USMAN SUHURIAH || GUBERNUR BARU MASALAH LAMA




Oleh :  Usman Suhuriah
_Ketua Komisi III DPRD Sulbar_
 
Kamis (20/2/2025) adalah hari pertama provinsi Sulawesi Barat memiliki pemimpin baru. Itu setelah Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan kepala daerah terpilih hasil Pilkada tahun kemarin.

Dr. Suhardi Duka – Jend (purn.) Salim Mengga yang telah dilantik untuk menduduki jabatan gubernur-wakil gubernur provinsi Sulawesi Barat periode 2025-2030. Pasangan ini terpilih pada Pilkada  serentak 2024 Sulawesi Barat. Dipilih dengan hasil mayoritas. Karena itu legitimasi politik yang dimiliki untuk memimpin provinsi ini cukup kuat.

Namun demikian,  menjalankan tugas fungsinya sebagai Gubernur-Wakil gubernur maka dihadapannya akan ada tantangan. Yang tantangan itu, dalam konteks “kepemimpinan yang kuat”,  tentu akan diubahnya sebagai peluang ?

Mencatatkannya sebagai tantangan, dapat dilihat dengan eksisting provinsi Sulawesi barat saat ini. Diantaranya soal fiskal daerah. Kondisinya akut. Keuangannya sangat bergantung kepada pemerintah pusat. Itu dilihat dari pendapatan asli daerah (PAD) sangat minim. Nyaris tidak pernah tumbuh positif. Postur APBD provinsi selama ini, jumlah PADnya memang sangat kecil. Malah untuk digunakan membayar belanja pegawai saja tidak cukup.  Apalagi membayar belanja operasional pemerintah daerah.  

Berikutnya, adalah produktifitas ekonomi daerah. Laporan BPS beberapa tahun terakhir menyebut, Sulbar adalah daerah termiskin di kawasan Sulawesi. Sulteng adalah provinsi terkaya dengan PDRB perkapita sebesar  81,73 juta/Tahun.  Berikutnya Sulsel sebesar 59,66 Juta/tahun. Sulut sebesar Rp. 54,04 juta/tahun. Sultra sebesar Rp. 52,29 juta/tahun. Gorontalo Rp. 42,45 Juta/tahun. Terakhir, Sulbar sebesar Rp. 35,04 Juta/tahun.

PDRB Sulbar dibandingkan dengan PDRB perkapita penduduk masing-masing daerah, seperti Sulteng, rentangannya berada pada angka Rp. 81,73 juta/tahun berbanding Rp. 35,04 juta/tahun. Ini menunjukan ketimpangan sangat jauh.

Tantangan berikut,  kondisi sosial ekonomi Sulbar. Pertumbuhan ekonominya hanya 2,16 %, sementara tingkat kemiskinan 10,71 %. Indeks pembangunan (IPM) baru 70,46 point (BPS  2024) dan seterusnya. Angka-angka  ini masih memprihatinkan.

Permasalahan-permasalahan yang disebutkan, selanjutnya memiliki korelasi timbal balik hingga membentuk permasalahan-permasalahan baru yang makin kompleks. Seperti tingginya angka stunting, pengangguran, infrastruktur tidak memadai, kualitas layanan kesehatan, pendidikan.

*Tantangan Pemerintahan Baru*

Kepemimpinan Gubernur dan wakil Gubernur bagi kerangka penanganan masalah,  setidaknya akan melihat ke dalam salah satu strong point penting sebagai permasalahan utamanya. Yakni, fiskal daerah. Prihal ini memerlukan upaya sungguh-sungguh bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Bagaimana mengekselerasi pendapatan. Dimulai dengan desain (master plan) pendapatan yang dapat dieksekusi secara sistematis dari tahun-ke tahun. Pilihan ini akan menyangkut aset daerah yang tersedia. Atau yang selama ini tidak diolah sebagai sumber pendapatan. Ke arah ini tentu memerlukan manajemen fokus, yang bila aspek ini dilihat sebagai titik krusial, dianggap sebagai exit solusi untuk menghindari ketergantungan fiskal terus-menerus. Alasannya sangat jelas, bahwa pendapatan meningkat praktis akan penopang pembiayaan pembangunan daerah.

Menyelesaikan aspek pendapatan, setidaknya bisa dikatakan telah menyelesaikan bahagian besar dari ragam masalah yang dihadapi oleh provinsi Sulbar. Yakni permasalahan pembiayaan pembangunan daerah yang sangat jauh dari cukup. 

Alhasil, Dr. Suhardi Duka bersama Jend (purn.) Salim Mengga sebagai nakhoda baru Sulawesi barat, esensinya hadir sebagai penyelesai masalah. Pemimpin baru meski dengan masalah yang lama. Tentu dipenuhi harapan untuk membawa Sulawesi Barat ke arah lebih baik. Keduanya segera bekerja. Mengerjakan apa yang akan dijanjikan. Berapa target pertumbuhan ekonomi akan dinaikan. Berapa angka kemiskinan akan diturunkan, jumlah penganggur akan diselesaikan, target panjang jalan, daya saing daerah dst. Dan terutama berapa target peningkatan pendapatan yang ditetapkan.

Kita optimis, kita lihat hasilnya di lima tahun mendatang, selamat bekerja !

Selasa, 18 Februari 2025

MENANTI DUA SOSOK PENGAMPU SULAWESI BARAT || Sebuah Pelontar


Sebuah Pelontar: 
MENANTI DUA SOSOK PENGAMPU SULAWESI BARAT

By. Muhammad Munir

Esok hari, SDK-JSM akan resmi sebagai pengampu atas semua harapan masyarakat Sulawesi Barat untuk 5 tahun kedepan. Ini tentu momen bahagia bagi segenap tim pendukung dan rakyat Sulbar tentunya. Betapa tidak, sepanjang panjang jalannya, SDK-JSM berhasil melewati tahapan yang tentu tak mudah menggapainya. 

Sosok SDK-JSM adalah figur yang telaten memupuk mimpi-mimpinya. Impian itu terbangun menahun hingga sampai ketitik ini. Merawat impian memang membutuhkan ketelatenan, keuletan dan ketabahan. Jangan tanya harga yang mesti dibayar untuk impian besar itu, sebab keduanya telah melunasi semua dengan selaksa rasa yang mungkin saja menyakitkan. 

Maka hari ini, saya yakin SDK-JSM berhak merasakan bahagia dan menyenangkan mengingat sejumlah pengharapan rakyat kini bermuara pada keduanya. Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar mungkin bukan tujuan utama baginya, tapi sebatas alat untuk bermardhatillah atas segala yang rakyat Sulbar butuhkan. 

Hari ini, selaku pribadi mengucapkan selamat dan sukses atas prestasi dan prestise yang telah SDK-JSM guratkan di Bumi Mala'bi' ini. Tentu saja, doa doa yang berserakan selama ini akan ikut kami relokasi di hati yang dalam, lalu melangitkannya ke Lauhimmahfudz. Semoga segala yang terlakonkan dari hidup keduanya adalah SUKSES. Amin. 

Sebagai salah satu rakyat Sulbar yang kerap meniti jalan jalan terjal di pelosok, mendaki tebing tebing tinggi di pedalaman, memesrai jalan landai berbatu di setiap kampung kampung. Tentu tak tega jika kemudian saya tak menyampaikan uneg uneg yang muncul ketika membersamai mereka. Mereka punya segenggam harapan yang selama 20 tahun mengendap di laci laci pimpinan DPRD atau mungkin terkubur di tong tong sampah SKPD.  

Warga Kalumpang kerap bertutur bahwa kebutuhan mereka yang mendesak adalah infrastruktur jalan, jalan dan jalan. Setelah itu biarkan kami mendidik anak-anak kami dan menggarap tanah kebun kami dengan baik. Demikian juga yang terjadi ketika suatu saat bertemu warga Urekang Ulumanda. Mereka butuh jalan, bukan jajan. 

Tak hanya itu, disepanjang Limbua, Paminggalan, Limboro Rambu Rambu, Palla-Pallang (Majene) sampai ke Besoangin (Polman), nyaris mereka sepakat bahwa jalan panjang menuju kampung mereka adalah mimpi yang tak pernah hilang. Jalan Panjang SDK-JSM mesti sebangun dengan mimpi mereka atas akses jalan menuju kampung kelahiran mereka. 

Dari Ihing ke Lenggo, saya terbiasa bertemu dan menyaksikan sendiri warga yang di tandu belasan kilo hanya untuk mendapat penanganan medis. Ini lagi lagi sebuah momok yang tidak hanya dirasai warga Lenggo tapi hampir samua warga Kalumpang, Ulumanda, Besoangin Tutar.  Mereka tentu akan sangat berharap setelah ini, nasib mereka ditandu oleh SDK-JSM untuk bisa merasakan satu saja dari nikmat kemerdekaan, yakni JALAN.  

Jika Pak SDK dan JSM berkenan, disepanjang jalan dari Matangnga ke Lenggo, dari Lenggo ke Tutar, dari Tutar ke Alu, ada sejumlah warga yang selalu teriak butuh jalan, tapi suaranya terhalang ditembok tembok rumah wakil rakyat. Mereka kini tak punya suara, sebab suaranya kemudian digadai oleh politisi perlima tahun. Mereka mungkin tak akan bersuara lagi kecuali mereka bisa menatap langsung wajah teduh Pak SDK, melihat senyum cerah dari JSM. Saya yakin suara mereka akan sedikit terdengar kembali.

Maukah Pak SDK dan JSM menemui dan menatap tubuh dekil mereka inchi demi inchi? Saya masih akan mengantar Pak SDK-JSM ke tebing tebing jurang dari Pitakeang, Lakkese, Kondo, Passembu hingga Mehalaan dan Keppe. Belum lagi serak serak longsor diantara dinding warga yang masih beraroma tanah di Buntu Malangka, Pana dan Nosu. 

Maaf, Pak Gub. Ini hanya pengantar tidurmu malam ini, sebab esok tidurmu tak akan senyenyak malam ini. Tarrare diallo, tamnatindo dibongi madandang mata diperrandanna daung aju, dimalimbonna rura, dimadinginna lita', diajarianna banne tau dan diatepuanna agama. Itu adalah sejumput persoalan yang akan terus memilukan bahkan andai pemilu dilakukan setiap hari. 

Selamat Berbahagia Pak Gub, Pak Wagub. Saya akan terus menemanimu, mengawalmu dan bercerita tentang banyak hal lagi di pedalaman Pasangkayu, di DAS Lariang dan di hulu hulu sungai yang terkerangkeng dalan lipatan lipatan waktu. Saya yakin kau akan terhibur dengan cerita cerita ini. Sebab inilah lakon lakon yang membuatmu terus berjuang untuk mengampuh Sulawesi Barat ini.

Istirahat dan tidurlah dengan baik malam ini, agar esok hari, enegimu terbarukan. Rakyat menantimu wahai Sang PEMIMPI yang esok ditakdirkan jadi PEMIMPIN. 
Sehat Selalu. 

Jumat, 14 Februari 2025

BOOKDILALING || Jagat Baca & Menggambar

BOOKDILALING merupakan nama pergerakan Bendi Pustaka Paqissangan yg dikelola oleh Uwake Culture Foundation sebagai suatu pelayanan menghidupkan dan mengelola perkembangan literasi di Indonesia terkhusus di Sulawesi Barat. Nama BookDilaling merupakan perpaduan bhs english dan Mandar yg berarti buku² yg dilaling kesuatu tempat dibukanya jagat baca. 

Bendi Pustaka juga merupakan bagian pergerakan dari Pustaka Bergerak Indonesia yg dilahirkan oleh Alm.Ahmad Nirwan Arsuka yg waktu itu stay bermukim di Jakarta. Dalam setahun, kini BookDilaling bergerak 3 kali kebebrapa desa yg telah masuk jadwal sasaran. 
Selain membuka jagat baca, Bendi Pustaka juga memberikan kegiatan menggambar, baca puisi, dan sastra lainnya, serta musik tradisional Mandar dan kerajina. Kreatif lainnya.

Kini pada bulan februari dengan mengawali putaran geraknya tahun 2025, akan bertandang kembali ke desa Salarri, Kec. Limboro, Polman.

Rabu, 12 Februari 2025

ADA APA DI MALAM NISFU SYA’BAN?

Oleh: Wajidi Sayadi 

Hari ini tanggal 12 Pebruari malam ke-14 Sya’ban. Kamis malam adalah malam ke 15 Sya’ban atau malam Nisfu Sya’ban. 
Bulan Sya’ban memiliki banyak keistimewaan, secara khusus keistimewaan juga terdapat di malam nisfu Sya’ban.
Adap apa di Malam Nisfu Sya’ban? 

Pertama, Malam Nisfu Sya’ban Malam penuh berkah

Dalam al-Qur’an, Allah berfirman: 

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ - فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ
Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatulqadar).681) Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan. 4.  Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (QS. ad-Dukhan, 44: 2-3). 

Kalimat “لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ” (malam yang diberkahi) atau malam penuh berkah dalam ayat ini, terdapat dua penafsiran. Sebagian berpendapat, bahwa malam yang diberkahi maksudnya adalah malam Nisfu Sya’ban. Mayoritas ulama berpendapat bahwa malam yang diberkahi tersebut adalah malam Lailatul Qadr, karena turunnya ayat al-Qur’an yang dimaksud adalah turunnya al-Qur’an pertama kalinya. 
Malam yang diberkahi, artinya malam yang di dalamnya banyak kebaikan muncul, terjadi, mengalir dan menghiasi hati, jiwa, pikiran serta perilaku. 

Imam al-Baihaqi menulis kitab Fadhail al-Auqat (Keistimewaan Waktu-waktu tertentu). Satu dari 15 waktu yang istimewa tersebut adalah malam Nisfu Sya’ban. Demikian juga as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Makki al-Hasani menulis kitab Madza fi Sya’ban? (Ada Apa di Bulan Sya’ban?). 
Banyak hadis yang dikutip dalam kedua kitab tersebut mengenai keistimewaan malam Nisfu Sya’ban, walau dalam pandangan ulama hadis ada yang menilainya daif, ada juga yang menilainya sahih, paling rendah hadis hasan. 

Ada beberapa hadis yang dikemukakan dalam kedua kitab tersebut, di antaranya yang bersumber dari Muadz bin Jabal, Nabi SAW. bersabda: 
يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى جَمِيْعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ.
Allah memperlihatkan (Rahmat-Nya) kepada seluruh makhluk-Nya pada malam nisfu (pertengahan) Sya’ban, lalu Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya kecuali yang menyekutukan Allah dan yang bermusuhan terhadap sesame saudaranya. (HR. Thabarani, Ibnu Hibban, Baihaqi). 

Ibnu Majah juga ada meriyawatkan hadis seperti ini bersumber dari Abu Musa al-Asy’ari. 
Pada malam Nisfu Sya’ban, Allah menamapakkan atau memperlihatkan (Rahmat-Nya) special pada malam itu merupakan keberkahan yang sangat tinggi. Kedekatan dan kebersamaan Allah dengan hamba-Nya melalui rasa di hati, jiwa dan pikiran tenang dan lapang pada malam Nisfu Sya’ban itulah keberkahan yang luar biasa. 

Kedua, Malam Nisfu Sya’ban Malam Pengampunan

Sebagaimana disebutkan dalam hadis tersebut di atas, bahwa malam Nisfu Sya’ban, Allah mengampuni seluruh hamba-Nya kecuali yang musyrik dan yang masih suka bermusuhan. Dalam Riwayat lainnya disebutkan termasuk yang tidak diampuni adalah mereka yang suka memutus hubungan silaturrahim dengan keluarga, yang masih durhaka kepada kedua orang tuanya, para peminum khamar, dan para pendemdam, suka iri hati, dan pembunuh. 

Pada malam Nisfu Sya’ban adalah momentum yang sangat strategis dan tepat untuk meraih pengampunan Allah dengan cara meprbanyak istigfar dan tobat dari segala macam dosa dan kesalahan, termasuk meminta maaf dan memberi maaf terhadap sesama saudara. Itulah disebut malam pengampunan.  
Imam Baihaqi meriwayatkan hadis dengan sanad daif bersumber dari Usman bin Abi al-‘Ash, Nabi SAW. bersabda: 
Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban ada yang memanggil menyeru: “Apakah ada yang memohon ampun? Maka Aku akan mengampuninya. Apakah ada yang meminta sesuatu? Maka Aku akan memberinya. Tidak ada seorang pun yang meminta sesuatu, melainkan Aku akan memberinya, kecuali pezina dan orang musyrik. (HR. Baihaqi). 

Dalam riwayat yang bersumber dari al-‘Ala’ bin al-Harits, bahwa suatu malam Nabi SAW. sujud sangat lama, hingga Aisyah mengira Beliau wafat dalam posisi sedang sujud. Akhirnya Aisyah mendekati dan menggerak-gerakkan jari-jari tangannya. Ternyata bergerak mendakan bahwa Beliau masih hidup. Aisyah Kembali. Ketika usai shalatnya, kata Rasulullah SAW., wahai Aisyah, tahukah malam apa malam ini? Jawabnya, hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Beliau menjelaskan, mala mini adalah malam Nisfu Sya’ban. Allah akan mengampuni setiap orang yang minta ampun, merahmati orang yang minta rahmat. (HR. Baihaqi). Hadis ini adalah mursal, tapi sanadnya bagus. 

As-Sayyid Muhammad bin Alawi mengutip Tafsir at-Taqiyy as-Subkiy, yang mengatakan: “pada malam jumat dosa dalam satu pekan akan diampuni. Pada malam Nisfu Sya’ban, akan diampuni dosa setahun. Pada malam Lailatul Qadr, akan diampuni dosa seumur hidup. 

Ketiga, Malam Nisfu Sya’ban Malam Pengabulan doa

Sebagaimana disebutkan dalam hadis tersebut di atas, bahwa siapa yang meminta sesuatu pada malam nisfu Sya’ban, maka aku akan mengabulkan permohonannya. Pada malam Nisfu Sya’ban adalah momentum spesial cepat terkabulnya permohonan doa. 
As-Sayyid Muhammad bin Alawi mengutip Riwayat dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, ia mengatakan: “Ada 5 malam doa di dalamnya tidak akan tertolak, yaitu: malam jumat, malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam lailatul Qadr, dan malam idul fitri serta malam idul adha.

Keempat, Malam Nisfu Sya’ban malam pembagian dan penentuan rezeki dan takdir

Sebagian ulama yang memahami malam Nisfu Sya’ban sebagai malam mubarakah, penuh berkah dalam QS. ad-Dukhan: 3 tersebut di atas, maka ayat berikutnya
فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ
Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. 

Pada malam Nisfu Sya’ban dijelaskan, ditentukan dan dikocok ulang segala urusan yang penuh hikmah yang dimaksud adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan makhluk, seperti hidup, mati, rezeki, nasib baik, dan nasib buruk. 
Hal ini juga dijelaskan dalam beberapa riwayat hadis, antara lain bersumber dari Atha’ bin Yasar, ia mengatakan: “Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, daftar nama yang akan meninggal hingga bulan Sya’ban tahun berikutnya diserahkan kepada malakikat maut. Ada seseorang yang berbuat zhalim, dosa, ada yang menikah, ada yang menanam pohon, Sesungguhnya nama-nama orang yang masih hidup hingga wafatnya sudah ditentukan diserahkan. Tidak ada malam yang lebih mulia setelah malam Lailatul Qadr, kecuali malam Nisfu Sya’ban. 
Wallahu A’lam bi ash-Shawab. 

Semoga momentum malam Nisfu Sya’ban dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak pundi-pundi kebaikan, istigfar dan tobat, doa dan dzikir, shalawat, ngaji, shalat sunat, dan lainnya. 

Pontianak, 12 Pebruari 2025/malam 14 Sya’ban 1446 H.

Selasa, 11 Februari 2025

CINTA DI PELABUHAN MAJENE


Kisah ini mungkin tidak setragis cinta Jack dan Ros yang akhirnya terkubur bersama tenggelamnya Titanic. Mungkin juga tidak sepedih kisah Zainuddin dan Hayati yang berakhir dengan Tenggelamnya Kapal Van Der Wick. Tetapi pertunjukan kasih Bojes dan Lia di Pelabuhan Majene tetap saja seperti dongeng cinta yang selama ini telah mewarnai kisah kasih manusia. Menggemaskan, mengharukan dan melampaui tatanan tertib. 

Bojes, lelaki yang berniat merantau demi mengais rezeki di negeri seberang harus membatalkan niatnya. Di Pelabuhan Majene keinginan merantau itu tertahan. Niat luhur  merantau untuk cari rezeki,  demi keluarga dan uang panai untuk sementara ditangguhkan.  Bojes tak rela membuat hati Lia nelangsa, tak ingin dia membuat lara berdenting di sanubari tambatan hati.
  
Lia tak sanggup melepasnya pergi. Akalnya bisa menerima, bahwa keberangkatan Bojes ke negeri rantau adalah untuk masa depan mereka juga.  

Namun, wahai kawan, cinta tidak bisa ditata oleh akal. Mulanya mungkin Lia bisa menerima, maka dengan berbesar hati ia mengantar pujaan jiwa ke pelabuhan .  Tetapi begitu terompet kapal berbunyi, ia sadar  sang belahan jiwa  segera akan berpisah dengannya, hatinya tak bisa berkompromi. Ego cintanya meletup, hasrat memilikinya terguncang. Tidak perlu menjelaskannya degan teori Freud dan Lacan, tapi siapa pun orang yang hatinya pernah tertambat benang kasih, terjatuh dalam danau asmara, pasti paham perasaan Lia. Ia memaksa untuk ikut. 

Walaupun dalam banyak kisah cinta, laki-laki yang terperangkap asmara sering tak peduli dan bertimbang  panjang, Bojes berbeda. Ia sadar sepenuhnya Lia belum jadi istrinya. Membawa Lia  turut serta tidak hanya melanggar agama, tetapi adat-istiadat ia akan terabas dan keluarga akan tercoreng arang hitam. "Biarlah mati gaya, tapi jangan mati adat." Maka Bojes tak melakukan itu. Ia dengan sabar meminta Lia untuk pulang. Tapi mana bisa cinta dinasehati. Jika ia tengah meledak, bahasa apapun tak akan mempan. Bujuk rayu hingga tebasan pisau tak akan dihiraukan. Bojes yang sama merasakan kasih itu paham. Ia tak emosi dengan sikap pacarnya. Di bawah tatapan beratus ratus pasang mata, di tengah tepukan riuh dan sorakan, ia tak merasa malu.  Tak keluar suara kasar karena kesal. Tak banyak lelaki yang bisa berdiri dengan sabar dan tenang dalam situasi demikian. Mungkin cintanya dan cinta Lia menjadi selubung yang membentengi mereka dari rasa malu dan amarah.

Di detik terakhir Bojes lebih memilih tidak berangkat. Memang pada akhirnya tak ada lagu ala Tommy J Pisa: " .....Di Pelabuhan 'Majene' (Belawan)  kulepas dirimu kasih, kuharap engkau kembali untukku lagi."  Tetapi Bojes dan Lia telah mengukir kisah cinta mereka sendiri. Sepasang sejoli itu  memahatkannya di Pelabuhan Cinta. Kelak cerita itu mungkin akan menjadi kenangan, setidaknya bagi mereka berdua. Semoga kalian dipersatukan dalam cinta yang abadi.

Ditulis dalam kesendirian, di sudut Pancoran, ketika rindu datang mencengkeram.

#Syamsurijal Ad'han