Kamis, 19 Desember 2024
DUNIA SEMAKIN SEMPIT DAN SUMPET"
Senin, 16 Desember 2024
ORANG-ORANG WARAS YANG GILA
BELAJAR DARI FILOSOFI AYAM MENCARI MAKANAN
KAMPUNG HALAMAN: || Titik Awal Memulai Hijrah
Selasa, 10 Desember 2024
GUBERNUR TERPILIH SULBAR ADALAH REFRESENTASI SUARA TUHAN.
Senin, 09 Desember 2024
TETAPLAH BERADAB KEPADA SIAPAPUN
Sabtu, 07 Desember 2024
Jumat, 06 Desember 2024
MEMBUANG SEBIJI GARAM DI TENGAH SAMUDRA LUAS
Kamis, 28 November 2024
SELAMAT DATANG GUBERNUR BARU SULAWESI BARAT
Sabtu, 12 Oktober 2024
(012) MAXIMUS & GLADIATOR PAPUA
ONE dO Art || Sung Lallute' (Menabur Cinta dan Kerinduan)
Minggu, 29 September 2024
(011) SEJARAH BENTENG KAJUMANGIBANG || Benteng Pertahanan Terakhir di Mandar Tahun 1907-1908
(010) ALI BAAL MASDAR || Sang Pionir Dari Tanah To Malaqbi
Jumat, 27 September 2024
ARY IFTIKHAR SHIHAB || Jadilah Perekat dan Pemantik Pemajuan Kebudayaan
Sebuah Pelontar dari Muhammad Munir.
KAMIS, 26 September 2024 kemarin, sebuah peristiwa sejarah tercipta yang ikut mengguratkan takdir seorang Ary Iftikhar Shihab, atau yang akrab disapa dengan Koje. Ia menjadi salah satu diantara 45 Anggota DPRD Sulbar yang dilantik di Aula Gedung Baru DPRD Sulbar untuk periode 2024-2029. Koje menjadi salah satu yang tersorot tulisan ini karena perjalanannya menuju parlemen Sulbar juga menantang. Jika bukan karena nawaitu untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, tentu namanya hanya akan tertulis ditumpukan arsip surat suara Pemilu 2019.
Detak detik waktu berderai rupanya mengukuhkan niat yang kuat itu hingga salah satu pin emas DPRD Sulbar itu tersematkan. Maka jadilah sosok muda pemilik pam Shihab dibelakang namanya ini sebagai wakil rakyat yang dirintisnya sejak 2019 lalu, dan terpilih pada Pemilu 2024 melalui partai Nasdem Dapil Sulbar II (Polman 1). PAM Shibab mungkin tak terlalu familiar di Mandar, tapi Koje lahir dari pertalian marga Al-Attas yang tak lain adalah pam yang cukup disegani dan berjasa besar di Mandar.
Koje lahir dari rahim seorang mulia Syarifah Aisah Mengga dari pernikahannya dengan Prof. Dr. KH. Umar Shihab. Aisah Mengga adalah putri S. Mengga yang tak lain adalah saudara kandung dari Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga dan Ir. H. Aladin S. Mengga. Sementara Prof. KH. Umar Shihab yang pernah menjabat Ketua MUI Pusat dan Ketua MDI Sulsel ini adalah saudara kandung dari Prof. Dr. AGH. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A., mantan Menteri Agama RI dan Prof. Dr. H. Alwi Abdurrahman Shihab yang juga tercatat pernah menjadi Menko Kesra dan Menteri Luar Negeri Indonesia. Dari rumpun ini tercatat juga sosok Najwa Shihab, putri Quraish Shihab yang jika ditautkan nashabnya adalah sepupu satu kali dari Ary Iftikhar Shihab.
Baik Al-Attas maupun As-Shibab, keduanya memiliki nashab dan sanad keilmuan yang cukup dekat dengan Mandar. Sebagaimana Al-Attas, Marga "Shihab" juga memiliki akar dari dunia Arab, khususnya dari Hadramaut, Yaman. Banyak orang dari Hadramaut, yang dikenal sebagai Hadhrami, melakukan migrasi besar-besaran ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sejak abad ke-18 dan 19. Migrasi ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk ekonomi, politik, dan perubahan iklim. Mereka berasimilasi dengan masyarakat setempat dan sering kali menikahi penduduk lokal, sehingga menghasilkan komunitas Hadhrami-Indonesia yang cukup besar.
Marga Shihab termasuk dalam kelompok kaum Sayyid, yaitu mereka yang dipercaya sebagai keturunan langsung dari Nabi Muhammad melalui cucunya, Hasan dan Husain. Karena status ini, keluarga Shihab sangat dihormati dalam masyarakat Islam sebagai pemimpin agama, ulama, atau intelektual. Nama "Shihab" dalam bahasa Arab berarti "meteor" atau "bintang yang menyala", yang secara simbolis sering dihubungkan dengan kemuliaan.
Beberapa anggota marga Shihab di Indonesia dikenal sebagai tokoh agama dan intelektual yang berpengaruh. Salah satu keluarga Shihab yang terkenal di Indonesia adalah keluarga dari Quraish Shihab, seorang cendekiawan Muslim, ulama, dan mantan Menteri Agama Indonesia. Keluarga ini dikenal dengan kontribusi mereka dalam bidang keilmuan Islam, pendidikan, dan politik.
Quraish Shihab dan keluarganya, seperti putrinya Najwa Shihab, juga telah memainkan peran penting dalam memperkenalkan diskursus modern tentang Islam dan sosial-politik di Indonesia. Hal ini menunjukkan bagaimana marga Shihab tidak hanya aktif dalam dunia keagamaan, tetapi juga dalam bidang-bidang lain seperti media dan pendidikan.
Secara umum, komunitas Hadhrami di Indonesia, termasuk mereka yang bermarga Shihab, telah memberikan pengaruh besar dalam pembentukan Islam di Nusantara dan memainkan peran signifikan dalam kehidupan sosial, budaya, dan politik di Indonesia sejak era kolonial hingga saat ini.
Keberadaan Ary Iftikhar sebagai salah satu Anggota DPRD Sulbar, memang cukup diharapkan menjadi pemantik lahir dan berkembangnya gerakan literasi yang tak hanya populer, tapi juga populis. Demikian juga keberadaan seorang Koje bisa menjadi perekat kebudayaan melalui proses pemajuan kebudayaan Mandar. Ini menjadi poin karena Koje memiliki sejumlah kelebihan dalam menautkan hubungan antar suku dan sub suku di wilayah Mandar. Ia adalah cucu dari Bapak Pembangunan HS. Mengga yang jika dirunut ke atas, maka Koje adalah cicit dari para penyebar dan penganjur Islam di Sulawesi Barat.
Intinya adalah semua anggota DPRD Sulbar diharapkan mampu berkonstribusi terhadap kepentingan rakyat, tidak lantas status wakil rakyat itu dijadikan ajang gagah-gagahan. Sebab puncak dari rasa syukur anggota DPRD bukan pada saat ia dilantik, melainkan pada 5 tahun kedepan.
Akhirnya saya ucapkan selamat berdialektika di dunia parlemen. Dimamika perpolitikan di Sulbar membutuhkan peran kreatifmu sebagai wakil rakyat. Sehat dan Sukses selalu.
Kamis, 26 September 2024
SYAMSUL SAMAD || Pemilik Electability Etic dan Moral Manusia Mandar.
Sebuah Pelontar Dari Muhammad Munir
Pengambilan Sumpah Anggota DPRD Sulbar yang digelar di Gedung Baru DPRD Sulbar, Kamis, 26 September 2024 dipenuhi wajah baru. Tergantinya sebagian Anggota DPRD Sulbar memang ada yang tak diberi amanah oleh rakyat dan ada pula yang memang tak lagi mendaftar jadi Caleg DPRD Sulbar pada Pemilu kemarin.
Diantara Anggota DPRD Sulbar periode lama yang ikut dikukuhkan kemarin adalah Syamsul Samad, politisi Partai Demokrar dari Dapil Sulbar III (Polman 2). Ia kembali terpilih bersama 12 orang anggota DPRD lama sebagai anggota DPRD Sulbar baru periode 2024-2029. Syamsul terbilang mujur meniti karir politiknya. Berawal ketika lolos jadi Anggota DPRD Polman Pemilu 2009-2014, hanya 1 periode ia jalani kemudian naik jenjang ke DPRD Sulbar dan dinyatakan lolos pada Pemilu 2014-2019. Demikian juga Pemilu 2019-2024, ia melenggang kembali ke Parlemen Sulawesi Barat.
Sebagai politisi yang dikenal komitmen dan konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulbar, ia kembali mengantongi kepercayaan masyarakat itu sampai di hari pelantikan kemarin, 26 September 2024. Bagi Syamsul, capaian ini tak membuatnya kesulitan mendapat gempuran dari politisi baru yang ikut berkontestasi dalam Pemilu. Itu terbukti dengan perolehan suaranya sangat signifikan.
Sukses berkarir di dunia politik menjadikan sosok yang lahir di Balanipa, 4 Oktober 1980 ini tentu tak berlebihan jika digadang-gadang sebagai pemimpin masa depan. Potensi yang dimiliki pemilik Rumah Rutih Palippis ini meniliki sejumlah peluang untuk mencapai puncak karir di Senayan pada Pemilu 2029 atau fokus pada Pilkada Polman periode yang akan datang. Pernyataan ini tentu tak perlu dipertanyakan, sebab Syamsul memulai debutnya di dunia pergerakan semasa mahasiswa dulu. Ia adalah mantan Ketua HMI Cabang Polemaju periode (2003-2005) dan Ketua Karateker HMI Cabang Pers Polman pada 2007.
Dalam dunia organisasi pergerakan, Syamsul telah teruji dan matang , demikian juga di dunia politik, ia telah melampaui ukuran rata-rata politisi yang kali ini memasuki periode ketiganya di Parlemen Sulbar. Politisi lain ada yang hanya bertahan satu atau dua periode saja. Boleh jadi ini karena tak mampu menjaga amanah rakyat yang didalamnya Syamsul bukanlah diantaranya.
Saya kira kita sepakat bahwa pembacaan terhadap karakter politik Syamsul saya anggap telah masuk pada tahapan electability etic dan electability moral. Karakter politik inilah yang dimiliki oleh pemimpin tradisional masa kerajaan di Mandar, dan Syamsul berhasil mengarifinya sehingga ia tak mudah dilupakan oleh mayarakat.
Selamat Bertugas kembali sebagai Wakil Rakyat. Semoga senantiasa eksis pada akses yang telah dipercayakan rakyat. Sehat selalu dan panjang umur.